1°C

127 15 2
                                        

"Kak Ravn?"

Seorang laki-laki dengan kupluk hoodie hitam terpasang di kepalanya menghentikan aktivitas membacanya saat suara Yena menginterupsi aktivitasnya.

Seorang laki-laki dengan kupluk hoodie hitam terpasang di kepalanya menghentikan aktivitas membacanya saat suara Yena menginterupsi aktivitasnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"B-bener Kak Ravn, kan?" tanya Yena memastikan.

Untuk sesaat, gadis itu terhanyut tatapan tajam Ravn yang seolah mampu menyentuh inti jiwanya. Yena mematung didepan Ravn sambil memeluk kantong plastik yang Leedo titipkan padanya.

"Kkeojyeo," ketus Ravn kemudian lanjut membaca.

Yena menggigit bibirnya dan melirik ketiga temannya yang mengintip dibalik tembok kelas sebelas, menyuruh Yena agar bergegas menyerahkan titipan Leedo itu.

Kenapa gue setuju sih disuruh-suruh Kak Leedo? Padahal kenal juga baru tadi pagi. Tahu yang namanya Kak Ravn sejudes ini, gue mending nolak, pikir Yena.

"An deulyeo?" tanya Ravn. "Kkyeojyeorago."

"I-ini, Kak. Mau kasih ini," ujar Yena gemetar. Yena menyodorkan kantong plastik tersebut ke arah Ravn.

"Mwoya," ucap Ravn nampak tak senang.

"Ja-jangan salah sangka dulu, Kak. Ini temen kakak yang titip ke aku," balas Yena cepat. "Kak Leedo titip tadi di kantin."

"Kenapa gak dia yang kasih?" tanya Ravn bingung, seolah mau memojokkan Yena.

"Jangan tanya saya, Kak. Tanya temen Kakak," jawab Yena.

Yena meletakkan kantong plastik tersebut di sebelah Ravn lalu bergegas menjauh dari laki-laki itu.

"Diapain lo?" tanya Yesoo penasaran.

Yena menghela nafas panjang sambil memegangi dadanya yang berdetak cepat.

"Gila, dingin banget," ucap Yena.

"Lo ingat kan tadi kita bilang temennya Kak Leedo sama Kak Seoho itu ada satu lagi yang gak sama mereka?" tanya Yeona.

Yena mengangguk.

"Itu, tuh, orangnya. Kak Ravn. Aslinya Kim Youngjo, denger-denger Ravn suka banget nonton film X-Men, makanya dia make nama salah satu karakter dari film itu," jelas Yeona.

"Kenapa? Kena mental ya lo?" tanya Saemi bercanda.

"Jiwa gue serasa diisep sama dia," jawab Yena hiperbola.

"Udah, ayo ke toilet. Biar jiwa lo balik lagi," ajak Yesoo lalu menarik tangan Yena menjauh dari tempat persembunyian mereka.

Yena menoleh ke belakang, melihat Ravn tengah mengunyah roti pemberian Leedo. Menyadari dirinya tengah memperhatikan Ravn, Yena cepat-cepat menggelengkan kepalanya dan ikut berlari bersama teman-temannya.
________________________________________________________________________________

"Oi, bro, dari mana aja lo?" tanya Leedo saat Ravn tiba-tiba menghampirinya dan keempat temannya yang lain di kantin.

Ravn menyerahkan sebuah kantong plastik berisi satu buah roti yang tidak ia makan.

Ice Cube Lover || ONEUS RAVNTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang