39°C

50 7 0
                                        

Yena menginjakkan kakinya di rooftop sekolahnya saat matahari kebetulan sedang tidak bersinar terik. Seharusnya Yena sudah kembali ke rumahnya sekarang, tetapi karena ia harus rapat untuk pensi sekolahnya, jam pulangnya harus diundur.

Yena mendatangi Ravn yang sudah lebih dulu duduk di sebuah bangku. Gadis itu duduk di samping Ravn.

"Hai, Kak. Maaf agak lama, ya. Rapatku baru selesai 10 menit yang lalu," ujar Yena.

Tak ada jawaban dari Ravn. Laki-laki itu tetap menatap tembok di depannya dengan kedua alis menyatu di tengah dahinya.

"Ada apa, Kak? Sampai minta aku kesini, biasanya kita ngobrol di bawah," tanya Yena.

Ravn masih diam. Rasanya lidahnya sangat kaku, ia tak sanggup mengucapkan sepatah dua patah kata dari mulutnya.

"Kak? Kok diam aja? Panas ya disini?" tanya Yena bingung.

Ravn menarik nafas dalam-dalam.

"Na, have you seen school's base this morning?" tanya Ravn dengan menatap Yena.

"Base? Emang ada apa, Kak?" tanya Yena. "Belum, aku belum lihat."

"You better go check it," suruh Ravn.

Yena merogoh kantong roknya dan segera membuka akun sosial media sekolahnya.

"Ada apa, sih, Kak? Aku jadi deg-degan," celetuk Yena sambil berusaha tenang.

Setelah menemukan apa yang ia cari, Yena seperti membeku seketika. Tatapannya menatap kaget sekaligus bingung ke layar ponselnya.

"K-Kak? A-apa maksudnya ini?" tanya Yena sambil menoleh ke arah Ravn.

"Harusnya gue yang nanya, itu maksudnya apa, Na?" balas Ravn.

"Kak, aku enggak ngerti... I-ini apa? Video kayak gini kok bisa kesebar di sekolah?!" Yena terlihat panik.

"Dimana Kakak nemu video ini?" tanya Yena.

"Semua anak kelas 12 tahu video itu, Na," jawab Ravn.

Bibir Yena bergetar. Ia yakin sebentar lagi ia akan menangis. Ia mematikan layar ponselnya, tidak sanggup melihat video tersebut.

"Gue akan minta video itu dihapus secepatnya sama anak OSIS," ujar Ravn.

Yena tersenyum tipis. "Makasih, Kak... Makasih banget."

"Setelah gue dengar penjelasan dari lo," lanjut Ravn.

Kening Yena mengerut.

"Penjelasan apa, Kak?" tanya Yena.

"Jelasin apa maksud video itu," suruh Ravn.

"Kak? Kakak ngira di video itu aku?" tanya Yena tak habis pikir. "Kakak tahu gak aku dalam hati lagi panik banget tapi berusaha tenang? Kakak jangan pikir di video itu aku, Kak!"

"Oh, ya? Gimana gue bisa percaya sama lo?" tanya Ravn.

"Ya- astaga, Kakak manggil aku kesini karena Kakak percaya sama video yang gak jelas asal muasalnya itu?!" tebak Yena.

"Jelasin, Na. Cepat," ulang Ravn. "Lo udah sangat mengecewakan gue."

"Aku mengecewakan apa, Kak? Aku enggak bisa bela gimana-gimana, aku gak tahu harus kasih bukti apa, yang bisa aku bilang adalah di video itu orangnya bukan aku!" elak Yena.

"Bisa jadi itu orang yang mirip aku. Aku enggak mungkin ngelakuin hal gak senonoh kayak gitu, Kak! Aku bahkan masih dibawah umur! Keluargaku juga strict, mana boleh aku keluar main kayak begitu?!" sambung Yena.

Ice Cube Lover || ONEUS RAVNTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang