13°C

73 12 0
                                        

"Rav."

Ravn menolehkan kepalanya saat Hwanwoong memanggilnya. Laki-laki itu tengah menikmati makan siangnya di kantin bersama Seoho dan Xion. Jarang-jarang Ravn mau berkumpul bersama teman-temannya, ini adalah kesempatan emas.

Hwanwoong menyerahkan ponselnya kepada Ravn. Dengan kening yang mengerut, Ravn mengambil ponsel Hwanwoong dan melihat foto yang terpampang di layar ponselnya.

"Ini... kenapa?" tanya Ravn.

"Lo tahu, kan, dia siapa?" tanya Hwanwoong.

Ravn mengangguk.

"Tahu cewek yang di depannya, gak?" tanya Hwanwoong lagi.

"Siapa, Rav?" tanya Seoho ikut penasaran.

Ravn menaikkan sebelah alisnya. Di foto tersebut terlihat Hayoung tengah berhadapan dengan seorang perempuan yang terlihat sedikit lebih pendek darinya. Namun, karena Ravn hanya bisa melihat punggung gadis itu, Ravn tak bisa menebak dia siapa.

"Enggak tahu," jawab Ravn dingin.

Hwanwoong mendengus.

"Kim Yena."

Mendengar nama itu sontak pupil mata Ravn membesar.

"Kenapa dia?" tanya Ravn.

"Dilabrak Hayoung tuh," ujar Hwanwoong lalu mengambil ponselnya lagi.

"Hah? Hayoung mantan gebetan lo?" tanya Xion kaget.

"Ngapain labrak-labrak Yena?" sahut Seoho.

Hwanwoong mengedikkan bahunya.

"Dapat darimana fotonya, Woong?" tanya Ravn.

"Anak md. Katanya si Hayoung bentak-bentak apa gimana gitu tapi pada enggak tahu apa masalahnya," jawab Hwanwoong.

Ravn berdiri dan bergegas pergi meninggalkan ketiga teman-temannya.

"Ya! Eodiga?!" tanya Seoho.

Tidak menjawab, Ravn langsung melenggang pergi menuju kelas tempat Hayoung berada.

Sesampainya ia di depan pintu kelas Hayoung, Ravn dengan kasar membuka pintu tersebut hingga mengagetkan beberapa murid yang ada di dalamnya, termasuk Hayoung.

"Rav! Tumben kesini, Seoho bukannya di kantin?" ujar Hayoung dengan senyum lebar di wajahnya. Hayoung dan Seoho memang 1 kelas, Keonhee juga ada di kelas yang sama dengan mereka.

"Lo semua keluar," suruh Ravn dingin kepada beberapa murid yang tengah makan di kelas mereka.

Mereka bergeming, saling menatap satu sama lain. Tidak mengetahui bahwa Ravn tengah naik pitam sekarang.

"Gak denger? Keluar dari sini!" ulang Ravn.

Mendengar Ravn sudah marah, beberapa murid yang ada di kelas tersebut langsung berlari kecil keluar dari kelas mereka. Meninggalkan Hayoung dan Ravn berdua di kelas tersebut.

"Rav? Lo kenapa?" tanya Hayoung heran.

Ravn menarik kursi ke depan meja Hayoung dan duduk di depan gadis itu dengan sorot mata tajam.

"Kenapa Rav?" tanya Hayoung lagi.

"Ngapain lo tadi?" balas Ravn ketus.

"Ngapain apanya?"

Ravn tersenyum sinis.

"Masih sama ya lo," ujar Ravn.

"Jadi orang sok polos. Gue benci liatnya," sambung Ravn.

"Rav? Kenapa, sih? Datang-datang ngusir anak-anak kelas gue terus lo bilang gue sok polos gini," tanya Hayoung tidak mengerti.

"Young, lo tahu, kan, semua udah gak sama semenjak lo kecewain gue?" balas Ravn.

Ice Cube Lover || ONEUS RAVNTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang