Seorang gadis sedang mengendarai motor sport-nya menuju sekolah dengan kecepatan di atas rata-rata. Pasalnya, sudah lima belas menit yang lalu gerbang sekolah ditutup.
Sesampainya di gerbang, gadis itu turun dari motornya dan berjalan menuju pos satpam untuk memanggil Pak Satyo.
“Pak! Pak Satyo!” Zara memanggil dengan suara cukup keras agar satpam itu mendengarnya.
“Eh, Zara. Telat lagi, ya?” ucap Pak Satyo sambil terkekeh.
Ia sudah tahu kalau Zara adalah satu-satunya cewek yang bandelnya nggak ketulungan. Eh, ralat. Maksudnya, bersama teman-temannya.
“Ya iyalah telat. Ini kan saya di luar. Gimana sih, Bapak?” Zara agak kesal. Menurutnya, ucapan Pak Satyo sama sekali tidak lucu.
“Ayo dong, Pak. Buka,” pinta Zara memelas.
“Ga bisa gitu dong. Kamu harus saya laporkan dulu ke Pak Jibo.”
Perlu kalian tahu, Pak Jibo adalah guru BK terkiller di SMA Manggala. Namun, menurut Zara dan teman-temannya, Pak Jibo hanyalah guru biasa yang sama sekali tidak mereka takuti.
“Ih, Bapak mah jahat banget sih.”
Sebenarnya Zara bukan takut masuk ruang BK. Hanya saja, ada satu hal yang paling tidak ia sukai ketika berada di sana yaitu bau ruangannya.
Menurut Zara, ruang BK memiliki bau seperti cuka.
Aneh memang, tapi begitulah Zara.
“Gini deh, Pak. Gimana kalau saya kasih Bapak sepatu yang waktu itu?” tawar Zara.
Mendengar tawaran tersebut, Pak Satyo langsung terlihat tergiur.
Mungkin ini terdengar seperti sogokan.
Tapi memang benar.
“Tapi bener, ya?” Pak Satyo masih agak ragu. Walaupun begitu, ia tahu Zara tidak pernah ingkar janji jika sudah menawarkan sesuatu.
“Bener dong. Besok deh saya bawa,” ucap Zara meyakinkan.
“Yaudah deh.”
Tanpa ragu lagi, Pak Satyo akhirnya membukakan gerbang sekolah dan mempersilakan Zara masuk.
“Besok, ya, Zara!” teriak Pak Satyo ketika Zara sudah berjalan cukup jauh.
“Iya, Pak! Tenang aja, besok pasti saya bawa!” jawab Zara, tak kalah keras.
Sesampainya di parkiran, Zara segera memarkirkan motornya dengan hati-hati.
Tidak ada sedikit pun rasa takut di wajahnya saat memasuki pekarangan sekolah. Ia justru terlihat begitu tenang, seolah terlambat masuk sekolah adalah hal yang biasa.
“Zar! Woy, Zara!”
Teriakan seseorang membuat Zara menoleh.
“Apaan? ga usah teriak-teriak. Gue ngga budeg,” ucap Zara kesal.
“Hehe.” Rena hanya nyengir tanpa dosa.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALZAR
RomanceAlzar Gheo Majahesa,seorang lelaki berparas tampan dengan rahang yang kokoh,postur tubuh yang tinggi,gagah,dan jangan tinggalkan sifat dinginnya yang membuat kaum hawa terpana.Dan satu lagi Alzar adalah ketua dari geng motor bernama RAVENDRAS. Azara...
