11. || ALGA SAGATA

73 6 0
                                    

Di lapangan Prim membantah Novan, guru yang kini sudah mengatur sebuah kelompok

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Di lapangan Prim membantah Novan, guru yang kini sudah mengatur sebuah kelompok. Gadis itu ingin bertukar posisi dengan Rani, yang ternyata satu kelompok dengan Gibran. Novan menggelengkan kepalanya, ia tak bisa mengikuti apa yang sudah di katakan muridnya itu.

"Pak, Saya mau sama Gibran yaaa."

"Nggak bisa Prim."

"Tuker sama Rani aja deh yah Pak."

"Prim memangnya kenapa sih? Hargai tim Kamu."

"Ah Bapak nggak asik."

"Udahlah Prim sama tim yang ada aja, soal Gibran gue jagain deh." ucap Rani.

Prim merasa kesal saat Rani berbicara seperti itu, dari awal Rani memang tidak pernah dukung hubungan dirinya dengan Gibran makanya tak heran ia seperti itu. Prim menebak teman sekelasnya itu pasti menaruh perasaan pada Gibran. lihat saja nanti gerak gerik perempuan itu.

Bella menarik tangan Prim secara tiba tiba, ekspresinya kegirangan seperti ada hari yang membuat dirinya special. Mungkin pertemuan dirinya dengan Alga hari lalu.

"PRIM MALEM KEMARIN KAK ALGA BIKIN GUE BAHAGIA BANGETTT." Katanya exicted.

"Dia bilang apa?"

"Dia muji gue cantik, Dia bilang parfum gue wangi banget katanya bikin candu, Dia bilang kalau mulai besok pulang harus bareng Dia, ARRRGGGHHH!!" ucap Bella di akhiri teriakannya.

"Heh Bella itu mah bukan suara Kak Alga kali."

"Terus?"

"Suara buaya, Prim udah sering denger kok di tv tv di sosmed di dunia nyata apalagi."

"Prim lo kayak nggak pernah jatuh cinta aja, lo kalau di gituin Gibran pasti baper kan?"

"Ya mungkin, ya karena Gibran beda. Dia nggak pernah tepe tepe ke cewek lain."

"Dih, kata siapa?"

"Kalau nggak suka tepe tepe kenapa banyak yang suka sama Dia, berarti Dia mancing Prim."

"Setidaknya Gibran tidak pernah merespon mereka semua terkecuali Prim. hahaha."

"Mulai deh kepedean anjir!"

***

Seusai olahraga mereka beristirahat sejenak, ada yang pergi ke kantin untuk membeli minum adapula yang masih bersantai di lapangan. Prim lebih memilih duduk bersama Bella, sembari meneguk sebotol air mineral. Kedua mata Prim tak sengaja melihat Gibran yang kini sedang duduk berdua bersama Rani.

"Kalian istirahat dulu, setelah itu baru bisa ganti baju yah." ucap Novan kemudian berlalu.

"Iya Pak."

Prim tak banyak diam untuk terus memperhatikan pemandangan yang tak indah sama sekali, ia bergegas membawa sebotol air mineral untuk ia berikan kepada Gibran yang cukup jauh dari pandangannya, tapi ketika Prim berjalan ke tengah lapangan lagi dan lagi terkena benturan bola basket yang melayang dari arah samping kanan.

GIBRAN UNTUK PRIMILLY Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang