Assalamualaikum...
Jam terus berlalu Dhea yang baru saja membuka matanya pun langsung menghadap kesampingnya dan ternyata tidak ada keberadaan farel.
Segeralah ia meraih jedai di nakas lalu memakainya, lalu melangkahkan kakinya keluar kamar mencari keberadaan farel.
"Rel?" Teriak Dhea sambil berjalan hingga berhenti ruang tamu ketika melihat ketiga cowo yang fokus pada ponselnya sendiri-sendiri.
Namun Indra matanya menangkap sosok kue ulang tahun yang tingal sedikit siapa yang ulang tahun? Kenapa ngerayainnya di apartemen farel gak dirumah yang ulangtahun saja?
"Ini siapa yang ulangtahun?" Tanya Dhea tengah berjalan mendekati farel lalu duduk disamping farel, spontan ketiga cowo tersebut yang mendengar pertanyaan Dhea pun langsung mematikan ponselnya masing-masing.
"Farel yang Ulta, Lo baru bangun tidur ya?" Tebak Dika sambil menatap kearah Dhea.
"Hehe, kok Kaka tau?"
"Kelihatan dari mata Lo."
"Dhea bikinin gue minum dong, mau mati gue karena belum dikasih minum sama tuan rumah."
Ucap galih, meminta tolong.
"Ok-----"
"Tamu kok nyuruh tuan rumah situ sehat?"
"Sehat jasmani dan rohani, tamu adalah raja jadi ya seperti yang ada di pikiran anda."
"Dih, Gaada gula di apart gue baru abis."
"Gak kok kak, masih banyak gulanya." Sahut Dhea langsung bangkit dari duduknya berjalan menuju dapur untuk membuat jus apel 4 gelas.
Hanya memakan waktu beberapa menit saja, Dhea sudah kembali membawa nampan berisi 4 gelas jus apel, lalu menaruh di hadapan galih 1, Dika 1, farel 1 yang terakhir dihadapinya yang tengah duduk di samping farel.
"Thanks." Ucap galih sambil meminum jus apel yang dibuatkan oleh Dhea.
Beberapa menit mereka berempat bercanda Dhea pun memutuskan untuk pergi karena akan melakukan rutinitas sorenya yaitu membersihkan diri.
"Aku mandi dulu ka." Pamit Dhea langsung bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar.
"Mau aku temenin gak dhe?" Tanya galih namun sudah tak didengar Dhea, malah mendapat pukulan dari kedua sahabatnya.
"Kalau ngomong tuh dipikir dulu, jangan langsung njeblak."
"Gue bercanda anjir."
"Semua orang juga tau kalau Lo bercanda, kaya hidup Lo yang penuh candaan."
"Anj." Umpat galih pelan
"Ga cabut kuy udah mau gelap!" Ajak Dika langsung mengambil kunci motornya yang ada di meja.
"Yok."
"Kita berdua cabut!" Pamit galih sambil bangkit dari duduknya.
"Hem."
"Oh iya jangan lupa pake kaosnya pas un pasti heboh seketika."
"Lol, kan masih pake seragam jadi gak bakal ada yang heboh lah kan ketutupan."
"Eh iya tadi typo berdebaran."
"Assalamualaikum." Ucap Dika dan galih secara bersamaan ketika melangkahkan keluar dari apartemen farel.
"Wa'alaikumsalam." Jawab farel langsung menutup pintu apartemennya kembali, agar tidak ada tamu ya datang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Playboy Is My Husband {End}
Teen Fiction{BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA!} {TYPO BERTEBARAN, BELUM PERNAH DIREVISI} Dijodohin sama santri, ketua geng✖️ Dijodohin sama fakboy✔️ "Paan nih?!" "Taruh di dapur istri!" "Ogah, taruh aja sendiri!" "Lo mau jadi istri dur----" "Gue istri Lo bukan...
