pacar barunya?

362 10 8
                                        

Assalamualaikum

"Kita ngapain kesini, beneran manjat?!" Tanya Dhea yang masih belum percaya dia akan manjat kedua kali, kalau semua siswa ataupun guru tau perilakunya kaya gini bisa hancur repotasinya sebagi ketua osis walaupun masa periode nya kurang beberapa bulan lagi selesai.

"Kalau gak manjat Lo mau ngapain nembus tembok?" Tanya balik farel dengan suara dingginya.

"Masalahnya aku pake rok putih nyar kalau kotor gimana?"

"Cuci lah. Mau masuk gak Lo?!" Tanya farel sekali lagi sambil membenarkan rambutnya yang sedikit acak-acakan.

"Oke." Jawabnya terpaksa lalu naik ke atas punggung farel dan farel pun langsung berdiri hingga kini Dhea berpindah di atas tembok dan..

Bruk!
Dhea yang sudah berhasil turun, kini giliran farel memanjat dan mendarat dengan sempurna.

"Kita ke kantin aja, kalau masuk kelas pasti gurunya udah datang."

"Siap." Jawabnya langsung melangkahkan kedua kakinya begitupun dengan farel namun langkah mereka berhenti ketika mendengar suara dari belakang.

"Khem.. ada yang mau pacaran di kantin nih, pake manjat gerbang segala. Romantis banget lho!" Ucap guru bk menyindir siswa yang ada di depannya, dengan pelan farel dan Dhea pun berbalik badan lalu kabur beda arah.

"Kabur dhe Lo ke arah barat!" Ucap farel yang kini berlari ke arah timur, sedangkan Dhea yang diperintahkan lari ke barat malah lari ke utara.

"Tunggu!" Teriak guru bk namun sudah tak di dengar oleh mereka berdua, pusing mau ngejar siapa karena beda arah.

Guru bk tersebut yang dilanda kebinggungan pun memutuskan untuk berjalan ke ruang guru saja, urusan siswa yang manjat bisa disuruh pada waktu istirahat nanti mengunakan pengeras suara.

Farel yang merasa sudah tidak di kejar guru bk tersebut pun langsung menghentikan larinya dan duduk di kursi taman sekolah, dan fikiranya kini melayang memikirkan Dhea tidak ketangkap kan, sekarang Dhea dimana.
Tanpa banyak berfikir lagi farel pun mengeluarkan ponselnya dan mencari nomor Dhea lalu memangilnya menggunakan WhatsApp.

Dhea yang kini sedang duduk di bawah atau di paping sekolah yang mendengar ponselnya berdering pun tangganya bergerak mengambil ponsel di dalam tas.

"Halo rel kenapa?" Tanyanya yang baru saja mengeser ke atas tombol warna hijau.

-

"Di dekat musola kenapa?"

-

"Oke." Setelah menjawab itu pun Dhea langsung mematikan telfon secara sepihak lalu bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kantin karena farel sudah menunggunya.

Farel yang Indra penglihatannya menangkap Dhea yang tengah mencari keberadaannya pun memutuskan untuk berteriak agar Dhea tau keberadaannya di bangku paling pojok.

"Woy!" Teriak farel sambil melambai-lambaikan tangannya, sedangkan Dhea yang mendengar suara itu tidak asing pun langsung mencari keberadaan milik sang suara. Segeralah ia berjalan menuju tempat yang di tempati oleh farel.

"Mau makan apa lo?"

"Gue jus jeruk aja."

"Makanya?"

"Gak gue masih kenyang."

"Beneran?" Tanya farel yang masih kurang percaya.

"Iya." Jawabnya sambil menggenggam tangannya menyisahkan tangan jempol.

Playboy Is My Husband {End}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang