Assalamualaikum...
Hanya memakan waktu beberapa menit saja farel dan Dhea sudah sampai kembali di ruang inap papa Dhea, mereka juga tadi sudah sempat makan di kantin rumah sakit.
"Ini mah." Ucap Dhea sambil menyondorkan beberapa lembar kapsul
"Makasih, kalian dari mana aja kok Lana?" Tanya sang mama yang baru saja menerima kapsul tersebut.
"Kantin."
*Oh, ini pa minum." Pinta sang mama sambil menyondorkan kapsul berwarna merah dan putih, tidak lupa dengan air putih satu gelas
"Oh iya ini udah sore, kalian pulang aja biar mam yang jagain papa." Usir mama halus, karena melihat wajah putrinya yang terlihat sangat cape, sedangkan sang papa sudah memasuki alam mimpi sejak tadi.
"Mama ngusir aku?"
"Gak gitu sayang, kalian pasti capek jadi biar mama aja yang jagain papa."
"Kalau gitu farel sama Dhe pamit pulang ya ma." Pamit farel sambil menyalimi tangan mertuanya, disusul Dhea di belakangnya.
"Hati-hati." Jawab sang mama
"Siap ma, laksanakan!" Jawab Dhea sambil hormat sebentar lalu berjalan keluar megejar farel yang belum jauh.
"Rel tunguin woy!" Teriak Dhea disela-sela Larinya
"Naik!" Ucap farel sambil menurunkan kaca mobilnya
"Iya sayang." Jawab Dhea yang langsung masuk.
"Alay." Setelah menjawab itu tidak ada pembicaraan lagi, lebih tepatnya hening saat perjalanan pulang hingga kini mobil yang dikendarai farel sudah sampai di apartemen, Dhea pun langsung turun, sedangkan farel memakirkan mobilnya terlebih dahulu.
"Dhe geseran dikir lah, mana muat gue segitu." Ucap farel yang baru masuk kamar namun sudah melihat Dhea yang rebahan di tengah-tengahnya kasur.
"Gajah lo." Jawab Dhea kesal, namun masih mengeser tubuhnya hingga farel juga bisa rebahan di kamar lalu pergi ke alam mimpi.
🖤
Suara azan magrib yang berkumandang tidak sama sekali mengganggu istirahat kedua sejoli itu buktinya ini udah wanginya magrib belum ada yang bangun.
"Aaaaaa apaan nih?" Teriak Dhea yang baru bangun dari tidurnya karena ada jatuh mengenai dirinya
Teriakan Dhea tidak sama sekali mengusik kegiatan tidur farel, lalu Dhea melemparkan benda jatuh tadi hingga mengenai mulut farel
Dan ternyata itu kotoran berasal dari atap.
Tanpa permisi Dhea langsung mengambil kotoran tersebut di bibir farel, yang membuat sang empu kaget lalu membuka matanya spontan.
"Ngapain Lo pegang bibir gue? Mesum ya lo!" Tebak farel yang baru saja membuka matanya, karena tadi matanya melihat tangan Dhea mengambil kotoran yang ada di bibirnya.
"Dih ngapain gue mesum sama Lo. Gue tuh tadi ambil kotoran dibibir Lo. Kan kasian kalau baru makan mau bicara malah kemakan kotanya." Jelas Dhea panjang lebar.
"Masa, gue kok gak percaya sih?" Tanya farel dengan suara mengoda.
"Tuh kotornya kalau gak percaya." Jawab Dhea sambil menunjuk kotoran yang ada di samping farel, segeralah farel melihat apa yang ditunjuk Dhea ternyata memang benar ada kotoran.
KAMU SEDANG MEMBACA
Playboy Is My Husband {End}
Teen Fiction{BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA!} {TYPO BERTEBARAN, BELUM PERNAH DIREVISI} Dijodohin sama santri, ketua geng✖️ Dijodohin sama fakboy✔️ "Paan nih?!" "Taruh di dapur istri!" "Ogah, taruh aja sendiri!" "Lo mau jadi istri dur----" "Gue istri Lo bukan...
