Assalamualaikum
Serasa cukup ia berkaca Dhea pun turun kebawah menemui farel yang sedang duduk santai di ruang tamu.
"Udah mandi Lo?" Tanyanya yang melihat Dhea berjalan mendekatinya
"Udah, masa udah sama belom gak ada bedanya sih?" Tanyanya sambil duduk disofa, tepatnya di depan farel.
"Gak."
"Yuk!" Ajaknya langsung bangkit dari duduknya,sedangkan Dhea menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Mau kemana?"
"Kerumah bunda, cepet ntar keburu azan magrib."
"Bentar gue ambil ponsel dulu dikamar." Jawabnya lalu bangkit dari duduknya langsung berlari menuju kamarnya dan mengambil henfon yang ada di laci, dan kembali berlari menemui farel.
"Udah?"
"Udah." Farel yang mendengar jawaban Dhea barusan segera berjalan keluar rumah menuju garasi untuk mengambil motornya, sedangkan Dhea yang nunggu farel di depan pintu utama, tidak lupa menutup pintu dulu tadi.
"Cepet!"
"Iya." Jawabnya yang masih berusaha naik ke atas motor farel.
"Pegangan!" Dhea yang mendengar ucapan farel barusan segera melingkarkan kedua tangganya di perut farel, yang membuat sang empu tersenyum.
Namun itu tak berlaku lama karena farel langsung menancap gasnya dengan kecepatan rata-rata hingga kini sudah melintasi jalan raya. Didalam perjalan hanya keheningan, hingga beberapa menit kemudian farel berhenti tepat di parkiran rumah sang bunda.
Tingtong..tingtong..
"Bentar!" Teriak sang bunda sambil berjalan mendekati pintu utama keluarga Hermawan.
Cklek...
"Eh ada mantu bunda, silahkan masuk sayang." Ucapnya sambil mengandeng tangan Dhea yang langsung diajak masuk ke dalam rumah keluarga Hermawan.
Sedangkan farel menatapnya tidak percaya, apa dia sudah tidak dianggap oleh sang bunda? Buktinya ia baru sampai rumahnya bukanya disapa malah istrinya yang disapa.
"Bund farel gak disuruh masuk?!" Teriaknya diluar.
"Gak, kamu sementara jadi satpam dulu. Bunda mau ngomong sama nanti bunda."
"Beneran nih?"
"Dih anak bunda baperan sekarang, cepet masuk atau emang mau nyoba jadi satpam."
"Hem." Jawabnya lalu berjalan masuk ke rumah megah keluarga Hermawan, dan langsung duduk disamping istrinya.
"Kalian udah proses pembuatan cucu bunda apa belum?" Tanyanya, sedangkan yang ditanya memelototkan matanya, segeralah farel menjawab.
"Belum bund. Kan Dhea masih kelas 11. Nanti kalau udah sama-sama lulus baru coming soon."
"Oh kirain udah pernah."
"Gimana sekolah kalian? Ada kendala? Pernikahan kalian belum terbongkar kan?"
"Alhamdulillah, sampai saat ini masih aman bunda."
"Bunda bahagia dengernya kalau gitu."
"Bund kita semalam nginap disini gak papa kan?"
"Gak papa, mau setiap hari juga boleh."
"Kok nginap si rell, besok kan hari Jum'at sekolah?"
"Pulang jam 5kan bisa."
KAMU SEDANG MEMBACA
Playboy Is My Husband {End}
Ficção Adolescente{BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA!} {TYPO BERTEBARAN, BELUM PERNAH DIREVISI} Dijodohin sama santri, ketua geng✖️ Dijodohin sama fakboy✔️ "Paan nih?!" "Taruh di dapur istri!" "Ogah, taruh aja sendiri!" "Lo mau jadi istri dur----" "Gue istri Lo bukan...
