Assalamualaikum..
Pagi seperti hari kemarin, Dhea yang bangun tidurnya karena mendengar suara azan subuh pun langsung bangkit dan duduk, ingin membangunkan sang suami tidak tega, karena melihat tidur yang sangat pulas. Dhea pun perlahan turun dari atas tempat tidur lalu berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu guna melaksanakannya sholat subuh.
Setelah selesai dengan kegiatan sholat subuhnya Dhea pun berjalan menuju dapur untuk membuat sarapan, nasi goreng saja lebih simple menurutnya.
Beberapa menit terus berlalu Dhea pun berjalan menaruh nasi goreng ke meja makan, lalu berjalan menuju kamarnya untuk membersihkan diri, karena sinar matahari yang sudah mulai tampak.
"Bangun udah pagi!" Ucap Dhea yang berusaha membangunkan farel yang masih terlelap di tidurnya.
"Rel!" Ucapnya sekali lagi sambil membuka selimut yang menutupi tubuh farel.
"5menit lagi dhe." Jawabnya yang masih memejamkan matanya
"Bangun sekarang, atau gue berangkat sekolah bareng Al." Ancam Dhea.
"Puas?" Jawabnya yang baru saja bangkit lalu berjalan mengambil handuk di lemari.
"Puas banget loh."
"Alay." Setelah menjawab tersebut farel pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri, sedangkan Dhea yang sudah siap dengan tas ransel yang ada di pinggangnya pun keluar kamar, tidak lupa menaruh seragam yang akan digunakan farel di tempat tidur.
"Kok nasi goreng lagi sih dhe!" Ujar farel yang baru saja duduk, sedangkan Dhea sudah mulai memindahkan nasi goreng itu di piring farel.
"Emang kenapa?"
"Bosen."
"Kalau bosen gak usah makan!" Jawabnya Dhea sambil memasukan sesendok nasi goreng ke dalam mulutnya
"Istri laknat lo." Jawabnya yang agak kesal, karena jawaban yang dilontarkan Dhea tadi.
Beberapa menit terus berlalu kini mereka sudah selesai dengan kegiatan sarapanya, seperti biasa Dhea menaruh piring-piring kotor dan wadah lainya dulu ke dapur.
"Dhe cepetan anjir!" Teriak farel yang sudah stay diatas motornya lebih tepatnya di halaman apartemen.
"Sabar orang sabar disayang my crush." Sahut Dhea sambil berlari keluar dari apartemen, lalu naik ke atas motornya.
"Pegangan!"
"Hah?!" Jawab Dhea yang Pura-pura tidak dengar.
"Pegangan!" Ucapnya sekali lagi, sambil mengambil sedikit nafas.
"Kalau ngomong tuh yang jelas." Jawab Dhea yang masih pura-pura tidak dengar.
"Moga keinginan Lo terkabul, budeg!"
"Dih gitu aja ngambek." Jawab Dhea yang langsung melingkarkan kedua tangganya di pinggang farel, yang membuat sang empu menarik sudut bibirnya sangat tipis. Lalu mulai menari gas motornya dengan kecepatan rata-rata, di dalam perjalanan hanya keheningan karena farel fokus mengemudi motornya sedangkan Dhea melihat pohon yang terus dilalui.
Cittt..
Bunyi rem yang baru saja diinjak oleh farel, karena sekarang motornya sudah berada di parkiran SMA 1 Surabaya.
"Duluan--" ucapanya terpotong karena farel langsung bicara.
"Gue anterin!" Jawabnya sambil melepas helm yang farel gunakan.
"Yok." Ajaknya langsung mengandeng tangan Dhea.
KAMU SEDANG MEMBACA
Playboy Is My Husband {End}
Teen Fiction{BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA!} {TYPO BERTEBARAN, BELUM PERNAH DIREVISI} Dijodohin sama santri, ketua geng✖️ Dijodohin sama fakboy✔️ "Paan nih?!" "Taruh di dapur istri!" "Ogah, taruh aja sendiri!" "Lo mau jadi istri dur----" "Gue istri Lo bukan...
