Holaaaa👋
PTMH balik lagi nih.. ceritanya mau up kemarin malam sih, tapi ternyata masih banyak kurangnya, dan baru bisa up sekarang deh:)
Gapapa lah yaa ngaret dikitt yg penting kalian puas sama partnya:))
Udah siap ketemu Agatha dan kawan2?
Yaudah, happy reading yaa🥰
***
"Dia sudah pulang, katamu?"
"Ya, yang mulia," jawab Andrew.
"Sejak kapan?" Elios bertanya dengan kening berkerut.
"Sekitar dua puluh menit yang lalu, saat anda masih di ruang kerja anda, yang mulia."
Elios menanggapinya dengan kening yang semakin berkerut. Ia baru saja menyudahi perbincangan beratnya dengan Ein beberapa menit lalu, dan hendak pergi menuju barak kembali untuk melatih para prajurit di sana. Namun, begitu tiba di koridor istana perak, pemandangan Amberlyst yang tengah merengek kesal pada Andrew--Si kepala pelayan berusia sekitar lima puluh tahun itu--membuat Elios menghentikan langkah karena bingung dengan situasi itu.
Hendak bertanya pada Amberlyst, namun adik perempuannya itu malah melengos begitu saja melewati Elios tanpa lupa melirik Sang kakak dengan kesal.
"Tuan putri marah karena saya tidak memanggilnya saat Lady Eleanor hendak pulang." Itulah jawaban Andrew ketika Elios bertanya--ada apa--pada pria tua itu.
Jawaban yang membuat Elios sedikit terheran atas Eleanor yang memutuskan untuk pulang tanpa pemberitahuan. Bahkan tanpa menunggu Amberlyst selesai dengan pelajaran privatnya. Hari juga belum mencapai pertengahan, padahal biasanya--jika berkunjung ke istana--Eleanor akan kembali ke Rossemarry saat menjelang sore. Ia memiliki kamar pribadinya di istana ini dan akan beristirahat di sana saat waktu tidur siang tiba.
"Baiklah," ucap Elios akhirnya. Ia memutuskan untuk menunda tujuannya ke barak, dan memilih kembali ke ruang kerjanya.
Ketika melewati pintu perpustakaan, Elios menghentikan langkahnya dan memandang pintu putih berukir bunga persik itu beberapa saat. Sebelum kemudian mengambil langkah dan masuk ke dalam perpustakaan.
Aroma kertas dari buku - buku di ruang itu langsung menyapa penciuman tajam Elios begitu ia masuk. Tak ada siapapun di dalam sana. Ruangan berisi rak - rak besar yang penuh dengan buku itu memang hanya dikhususkan untuk keluarga kerajaan dan orang - orang tertentu yang mendapat izin langsung dari King Austin. Eleanor adalah salah satunya. Gadis 19 tahun itu--entah kenapa selalu diperlakukan begitu istimewa oleh raja dan ratu Vallesmeer. Bahkan dengan mudahnya, Eleanor dapat membujuk King Austin dan juga Queen Geneva untuk menjodohkannya dengan Elios.
Dan harusnya, acara pertunangan mereka akan dilangsungkan saat musim semi, tepatnya di hari ulang tahun Eleanor yang ke dua puluh. Namun, tiba - tiba saja rencana pertunangan itu dibatalkan. Bahkan tanpa sepengetahuan Elios. Ya, Elios memang tidak pernah menganjurkan pembatalan pertunangan ini pada kedua orang tuanya. Tidak seperti yang Ein tuduhkan padanya, Elios bahkan baru mengetahui fakta itu saat mengikuti makan siang bersama keluarga Rossemarry. Mungkin King Austin dan ibunya terlalu sibuk akhir - akhir ini hingga lupa mengatakannya pada Elios.
Siang kemarin, Elios datang ke mansion atas permintaan Isabelle dalam surat gadis itu beberapa hari sebelumnya. Adik tiri Eleanor itu yang meminta Elios untuk berkunjung ke mansion Rossemarry saat jam makan siang.
Ada hal penting yang akan Duke umumkan--begitu tulisnya dalam surat.
Harusnya ... Elios senang saat mendengar 'hal penting' itu di meja makan. Terlebih lagi ketika Duke mengatakan bahwa Isabelle akan menjadi tunangannya, menggantikan Eleanor Si gadis iblis. Namun--alih - alih merasa senang--entah kenapa ... Elios malah tak dapat merasakan apapun selain makanan penutup yang seketika terasa hambar di lidahnya. Ia bahkan tak sadar telah mengetatkan rahang dan hampir mematahkan garpu di tangannya ketika Eleanor menyanggupi pembatalan pertunangan itu dengan begitu mudah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Please, Take Me Home!
FantasíaAgatha adalah seorang gadis 21 tahun yang baru saja menyelesaikan studinya di sebuah Universitas ternama sebagai lulusan terbaik. Namun, menjadi lulusan terbaik dengan IPK sempurna nyatanya tak dapat membuat hidupnya yang adalah seorang yatim piatu...
