12. Enchanter

16.5K 1.4K 24
                                        


Helloww

PTMH balik lagi nih, yeoreobunn..

Setelah berusaha balikin mood nulis, akhirnya part berisi 2600+ kata ini bisa tersusun juga, huhuhu🤧

Well, nyari ide emang sesusah itu gess, jadi ....

Jangan lupa vote yaa🥰🥰

Komen juga, biar author makin semangat nulis😭

Happy reading<3

Ps : tandain typo kalau ada yess :))

***

Pagi itu di ruang kerja pribadinya, Elios tengah berkutat dengan tumpukan dokumen berisi urusan - urusan kerajaan yang dibebankan padanya. Sebagai calon penerus tahta kerajaan, Elios diberi kepercayaan untuk mengurus urusan - urusan yang berkaitan dengan kemiliteran, administrasi, serta beberapa bisnis yang dimiliki oleh keluarga De Vell secara pribadi. Sedangkan sang ayah yakni King Austin De Vell, mengurus urusan yang lebih besar yang berkaitan dengan perdagangan, sistem pemerintahan di Vallesmeer, hingga hubungan kerja sama dengan negeri lain. Semua urusan - urusan yang terbilang berat itu dilakukan bersama dengan sang permaisuri, yakni Queen Geneva Nadeleine De Vell, serta para petinggi dan menteri di istana.

Kembali lagi pada Elios yang tengah bekerja keras dengan tumpukan berkas di mejanya, putra mahkota yang sangat jarang menggunakan mahkota itu terlihat hendak membubuhkan tanda tangannya pada berkas terkait dengan bisnis gula keluarganya kala ketukan sebanyak tiga kali di pintu ruangan berhasil menginterupsi kegiatan Elios saat itu.

"Masuk," ujarnya. Tak lama kemudian, pintu gaharu sewarna kopi pekat berukiran rumit itu pun terbuka. Menampilkan sosok pria berambut merah dengan janggut serta kumis berwarna sama, datang membawa nampan berisi beberapa amplop surat serta sebuah dokumen dengan stempel unik di atasnya.

"Ada beberapa surat serta dokumen yang baru saja datang untuk anda, your highness," ucap pria berusia sekitar tiga puluh tahunan itu.

Elios melirik sebentar nampan berisi surat serta dokumen yang dibawa oleh asisten pribadinya itu sebelum kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda tadi, sembari berkata, "Letakkan saja di tumpukan berkas lainnya, Will. Akan kuperiksa setelah berkas di mejaku ini selesai."

"Sepertinya anda harus membaca yang satu ini lebih dulu, your highness. Ini mungkin darurat. Dokumen dari menara Osten," jelas Will.

"Menara sihir itu? Ada apa?" Elios mengernyit. Mengalihkan atensinya dari berkas yang tengah ia periksa, pada Will yang masih setia memegang nampan yang dibawanya. "Bukankah orang - orang di sana tak akan mengirim surat atau dokumen apapun ke istana jika bukan untuk hal yang darurat?" sambungnya, seraya meminta dokumen tersebut pada Will.

Selain urusan kemiliteran dan bisnis pribadi keluarganya, Elios juga diberi tanggung jawab atas menara Osten yang terletak di sisi timur Vallesmeer, tepatnya di daerah dataran tinggi yang cukup terpencil, mengingat sebagian besar rakyat Vallesmeer memilih untuk bermukim di daerah lembah yang kondisi geografisnya lebih subur, dan suhunya lebih hangat dibanding dataran tinggi.

"Saya pun tak tahu pasti, yang mulia. Namun karena ini adalah surat pertama yang datang setelah surat terakhir di tiga tahun yang lalu dari menara Osten, tentu ada masalah serius yang terjadi hingga mereka membutuhkan bantuan keluarga kerajaan," ungkap pria bermata hijau itu.

 Namun karena ini adalah surat pertama yang datang setelah surat terakhir di tiga tahun yang lalu dari menara Osten, tentu ada masalah serius yang terjadi hingga mereka membutuhkan bantuan keluarga kerajaan," ungkap pria bermata hijau itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Please, Take Me Home!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang