Agatha adalah seorang gadis 21 tahun yang baru saja menyelesaikan studinya di sebuah Universitas ternama sebagai lulusan terbaik.
Namun, menjadi lulusan terbaik dengan IPK sempurna nyatanya tak dapat membuat hidupnya yang adalah seorang yatim piatu...
Walaupun part sebelumnya belum nyampe 100 votes, tapi aku mau kasih hadiah buat kalian sebagai perayaan 10k votes untuk PTMH😆🎉🎉🎉
Yeeyyy happy 10k Votesss
Makasih untuk kalian semua yg udah setia sma cerita ini yaa😍
Masih semangat ikutin cerita Agatha di dunia novel??
Kalo gitu vote dulu dongg😍😍😍
Udahh?
Makasih yaa
Happy reading!!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Cahaya sang surya yang menyusup melalui rindangnya dedaunan dan ranting pohon tempat gadis itu beristirahat semalaman, berhasil mengganggu tidur nyenyaknya. Keningnya berkerut samar, sedang kelopak indah yang tertutup itu bergerak-gerak akibat silau dari bias matahari yang mengusik tidurnya.
Dengan tekad untuk tertidur lebih lama, tangannya yang semalam tak terlihat noda darah di sana akibat gelap, kini tergerak menutup mata untuk menghalau sinar hangat yang berniat membangunkannya.
Dan seakan mendukung, kicau merdu burung-burung di sekitar, gemerisik pepohonan yang tertiup semilirnya angin, serta suara samar dari aliran sungai yang terasa begitu damai, menjadi musik peneman tidur yang amat syahdu di telinga si Putri Tidur.
Agatha, si Putri Tidur yang semalam bersikeras untuk mencari rumah penduduk alih-alih tidur di tengah hutan seperti perkataan Abercio, kini malah menjadi yang paling menikmati sensasi 'tidur di tengah hutan' itu sendiri. Suasananya memang begitu damai. Membuat Agatha begitu terbuai dengan suara alam yang memabukkan.
Rasanya seperti di surga walau Agatha tak tahu seperti apa surga itu sendiri. Atau memang ini surga? Jika itu benar, apakah Agatha sudah mati? Oh, demi Tuhan, Agatha ikhlas lahir batin jika ia sudah mati asalkan ia benar-benar berada di surga.
Jauh dari kesengsaraan, derita, dan jauh dari Elios.
"Bangunlah, Tuan Putri, kita harus melanjutkan perjalanan sebelum siang."
Perjalanan apanya? Bukankah Agatha kini sedang berada di surga? Ia tak sedang melakukan perjalanan apapun, lantas mengapa harus melanjutkan perjalanan?
"Hoy, hoy, nona koala, kau serius akan tetap tidur begini?"
Ck, berisik sekali. Agatha jadi tak bisa melanjutkan mimpinya yang sedang berjalan-jalan di kebun apel yang berbuah lebat akibat suara pria di telinganya itu.
Eh? Tunggu sebentar. Suara pria?
Tiba-tiba, kilas balik rentetan kejadian semalam di mansion Rossemarry terputar cepat di kepalanya. Bagai kaset yang diputar dengan kecepatan dua kali lipat.