Agatha adalah seorang gadis 21 tahun yang baru saja menyelesaikan studinya di sebuah Universitas ternama sebagai lulusan terbaik.
Namun, menjadi lulusan terbaik dengan IPK sempurna nyatanya tak dapat membuat hidupnya yang adalah seorang yatim piatu...
Tapi tenang aja, di part ini beberapa teka-teki bakalan terjawab kok hehe
Btw di part kemarin kalian ada yang ngeh ga si, kalo Xenof tuh bilangnya "semoga beruntung, nona Agatha," dan bukannya nona Eleanor🤭
Itu bukan typo loh gess mhwhwhw
Eh ada yg masih ingat sama Xenof ga sii?
Kalo lupa, baca part Wake Up aja yaa
Udah siap mengetahui jawaban teka-teki dari part2 sebelumnya?
Kalo gitu tekan vote nya dulu dongg
Plus kasih aku emot coklat di sini heheh
Udah?
Kalau gitu Happy Reading!!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Abercio datang ke mansion Rossemarry dengan satu misi yang diberikan Miss Annora. "Elios sepertinya akan membunuh Eleanor dalam waktu dekat. Hentikan itu."
Itulah misinya.
Seperti yang tertera dalam buku takdir, Eleanor akan mati di tangan Putra Mahkota dengan jantung yang disobek oleh senjata milik pria itu. Namun, Miss Annora tak mau takdir itu terjadi saat ini. Tidak disaat gerhana bulan belum terjadi. Tidak pula dengan belati biasa.
Eleanor memang akan mati di tangan Elios. Itu adalah takdir yang digariskan untuk mereka. Walaupun buku takdir telah diubah dan dikotori dengan sihir hitam, Elios tetap akan menjadi alasan dari kematian Eleanor. Dan Elios, akan menghabiskan sisa hidupnya dengan penyesalan setelah membunuh seseorang yang terlambat ia sadari sebagai orang yang ia cintai. Yah, takdir memang dapat sekejam itu.
Abercio telah mengetahui jalan takdir mereka yang tertulis di kitab agung milik menara Sydshire. Sebenarnya Abercio tidak boleh membaca kitab agung sebelum sihirnya mencapai tingkat teratas. Namun, Tetua menara yang telah menganggapnya seperti putra kandung mengizinkan Abercio untuk melihat secuil contoh bagaimana takdir bekerja. Dan karena saat itu Abercio sedang diberi tugas untuk turut mengawal pangeran dari salah satu kerajaan yang diundang ke istana Edelsteen--untuk merayakan ulang tahun putri kaisar Edelsteen--ia lantas memilih untuk melihat bagaimana takdir dari pangeran menyebalkan yang dikawalnya itu.
Elios De Vell. Putra pertama dari pasangan King Austin De Vell dan Queen Geneva Nadeleine. Di hari ia dilahirkan, orang-orang tengah dihebohkan dengan kemunculan bintang yang tak kalah terang dengan sinar matahari yang baru saja terbit sempurna di langit Vallesmeer. Entah itu karena sinar matahari atau bintang tersebut memang memancarkan sinar emas, hari tersebut kemudian ditandai sebagai tanggal emas.
Tak sedikit yang beranggapan bahwa kelahiran putra pertama King Austin di tanggal emas merupakan pertanda bahwa anak tersebut akan membawa kejayaan abadi untuk Vallesmeer. Tak jarang pula ada yang mengatakan bahwa itu hanyalah kebetulan atau fenomena alam semata. Namun yang tertulis di kitab agung, kemunculan bintang emas merupakan tanda bahwa seorang pemimpin hebat telah lahir, dan anak tersebut ditakdirkan untuk memimpin kekaisaran di masa depan.