6. The Female Lead

20.7K 2.1K 38
                                        

Haiii.... Please, Take Me Home! Balik lagi nih...

Visual Elios udah bisa kalian lihat di atas yaa ... Karena susah banget nyari yang sinkron dengan gambaran visual Elios yg punya rambut coklat sama mata emas, jadi anggap aja yg di atas itu rambutnya coklat yaa😆

Terima kasih sudah membaca dan mem-vote cerita ini。◕‿◕。

Happy reading!

***

Elios menutup pintu putih berukir bunga persik kesukaan sang pemilik kamar itu dengan pelan. Beberapa penjaga yang berada di luar pintu tersebut memberi hormat padanya tatkala ia melangkah, yang tidak pria itu hiraukan. Hendry, pengawal pribadinya yang menunggu di luar pintu tersebut langsung mengikuti langkahnya yang kian menjauh dari ruangan milik putri pucat yang tengah tertidur.

Perasaan sang putra mahkota kerajaan Vallesmeer itu tengah kalut. Ia ... Merasakan hal yang aneh dengan sosok Eleanor yang baru saja ia temui. Mulai dari sikap gadis itu yang begitu ketakutan di awal kedatangannya, cara gadis itu berbicara yang sangat berbeda dari biasanya, hingga ... beberapa Freckles samar yang tiba - tiba saja muncul di pipi gadis itu. Walaupun tidak peduli dengan si calon tunangan yang tak diharapkan itu, namun Elios benar - benar yakin jika Eleanor sama sekali tidak memiliki bintik - bintik kecoklatan itu ... sejauh yang bisa pria itu ingat.

Ataukah selama ini Eleanor memang memilikinya? Namun tertutupi oleh bedak tebal yang selalu gadis itu pakai tiap harinya? Ya, mungkin memang benar seperti itu. Bagaimana mungkin freckles bisa muncul begitu saja?

Memilih untuk mengabaikan perihal bintik - bintik kecoklatan yang entah mengapa membuat wajah Eleanor menjadi sedikit lebih cantik itu, Elios kembali  memikirkan hal aneh lainnya pada gadis itu--yang bisa dibilang ... Paling mengganggu pikiran Elios saat ini. Yang tak lain adalah ... Tak ada lagi binar itu pada netra Eleanor kala menatapnya.

Ya, binar itu. Binar yang memiliki banyak arti tiap kali Eleanor memandangnya. Binar yang penuh dengan kekaguman, pendambaan, dan ... Cinta. Ataukah harus Elios sebut dengan ... Obsesi semata? Entahlah, namun ide terakhirnya itu entah kenapa membuatnya kesal.

Lagipula, mengapa ia harus repot - repot memikirkan si gadis iblis? Gadis itu tak pantas untuk berada dalam pikirannya. Sudahlah, akan lebih baik jika sekarang ia berhenti memikirkan sikap Eleanor yang membuat gadis itu terlihat seperti orang asing di matanya. Terutama bintik - bintik kecoklatan yang entah mengapa membuat wajah kejam dan sinis Eleanor menjadi sedikit ... Manis?

Oh, sial. Ia memikirkannya lagi.

Freckles sialan.

***

Satu minggu kemudian

Rupanya benar dugaan Agatha sebelumnya. Dua hari beristirahat saja tidak cukup untuk membuatnya benar - benar pulih. Terbukti dengan tabib keluarga Eleanor yang datang untuk memeriksanya lagi dua hari kemudian selepas ia siuman. Pria paruh baya itu mengatakan kalau dirinya membutuhkan istirahat yang lebih dikarenakan luka akibat benturan yang dialami Eleanor belum benar - benar kering, dan bisa terbuka bahkan terinfeksi sewaktu - waktu jika ia memaksakan untuk beraktivitas di luar kamar.

Agatha tentu menyetujui perkataan tabib tersebut dengan senang hati. Selain karena dirinya memang masih merasa kurang sehat, Agatha juga tidak mau berinteraksi dengan tokoh - tokoh novel di luar sana. Terutama si tokoh utama wanita alias Isabelle Rosemarry. Karena menurut Agatha, tak bertemu dengan tokoh utama, sama dengan happy ending untuk dirinya sendiri. Menghindari interaksi dengan tokoh - tokoh yang masuk di dalam novel, artinya tak ada mati muda di akhir cerita, yang ada hanyalah dirinya yang hidup mewah--walau tak dianggap oleh orang tuanya--di mansion megah ini selama - lamanya.

Please, Take Me Home!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang