Agatha adalah seorang gadis 21 tahun yang baru saja menyelesaikan studinya di sebuah Universitas ternama sebagai lulusan terbaik.
Namun, menjadi lulusan terbaik dengan IPK sempurna nyatanya tak dapat membuat hidupnya yang adalah seorang yatim piatu...
Jadwalnya kan Rabu sama Jumat, ya? Tapi keknya Author malah update suka2 nih wkwkwk💅
Baru hari selasa loh.. tapi udah up aja, part sebelumnya juga upnya bukan hari rabu tapi jumat dini hari wkwkwk..
Author ada nawarin double up, kan ya? Tapi kok kaya lama~ banget vote di part 21 naik ke 200🥲 padahal jumlah reads nya udah 800an lebih, heran aja gitu wkwkwk.. atau mungkin kalian bacanya ulang2 gitu ya, makanya jumlah matanya jadi banyak🤣
Tapi walaupun cukup mengsedih, author bakal tetap up kok, tapi nggak double hehe..
Part ini berisi 3000++ kata lohh, semoga kalian puas walau nggak double up, yaa❤️
Warning! Part ini mengandung... scene yg bikin kalian iri plus kesel tipis2 sama tokoh utamanya wkwkwk
So, enjoyyy
Happy reading❤️
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pagi ini Agatha terbangun dengan perasaan aneh. Firasatnya merasakan sesuatu yang tidak enak setelah mimpi aneh yang ia alami semalam. Tentang kuda, dan ... Sihir hitam. Agatha tidak begitu ingat, tapi yang pasti, kuda - kuda itu seperti tersihir hingga mereka meringkik seolah sedang kesakitan. Entah apa maksud mimpi itu, namun.. ia merasa kasihan dengan kuda - kuda itu. Andai saja Agatha bisa melakukan sesuatu untuk menolong mereka, tetapi itu hanyalah mimpi. Ia tak dapat menolong sesuatu yang tidak nyata, bukan?
Menghela napas panjang, Agatha mencoba melupakan mimpi itu dan memilih turun dari tempat tidur. Menyiapkan diri untuk mandi dengan harapan pikirannya tak lagi merasa tidak nyaman sebagaimana saat ini.
Seperti biasa, Agatha bangun saat matahari baru menampakkan sinarnya dengan malu - malu di cakrawala. Biasanya Agatha akan melihat Vera beberapa menit setelah ia bangun. Gadis belia itu sudah terbiasa dengan waktu bangun tidur Agatha yang selalu lebih awal dari semua anggota keluarga Rossemarry, karena itu Vera pun selalu bangun lebih awal lagi untuk menyiapkan air mandi bagi Agatha.
Namun, pagi ini berbeda. Hingga lima belas menit menunggu pun Agatha tak juga melihat Vera memunculkan batang hidungnya di kamar itu. Agatha bahkan menyiapkan air mandinya sendiri dan memakai pakaiannya yang kali ini memakan waktu lebih lama karena ia harus memakai banyak lapisan kain--agar tubuhnya tetap hangat--seorang diri.
Ketika ia tengah berdiri memandang ke luar jendela sembari menyisir rambut, bunyi ketukan tiga kali di pintu kamar itu membuat Agatha berbalik dan menghentikan aktivitasnya. Keningnya mengernyit karena tak mendapati wajah Vera di depannya. Alih - alih, ia malah melihat wajah - wajah asing yang tengah menatapnya dengan terkejut.