Agatha adalah seorang gadis 21 tahun yang baru saja menyelesaikan studinya di sebuah Universitas ternama sebagai lulusan terbaik.
Namun, menjadi lulusan terbaik dengan IPK sempurna nyatanya tak dapat membuat hidupnya yang adalah seorang yatim piatu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Jadi, kau di Sydshire selama ini?"
"Ya, begitulah. Aku menghabiskan waktu dua minggu di pengasingan Sydshire akibat pelarianku dari misi. Tak diberi makan di tiga hari pertama, sihirku disegel, dan aku hampir merobek mulut seorang penyihir yang menyebutku anak tak berguna dari jal**g yang ditiduri Tetua. Ah, hahah.." Abercio tertawa sembari menatap langit-langit ruang kerja Callie yang penuh dengan alat-alat seni. "Sayangnya si Wanita Tua menghentikanku sebelum aku benar-benar melakukannya."
Callie hanya menghela napas panjang melihat kelakuan Abercio yang kembali tertawa setelah menceritakan kisah tak menyenangkannya dengan begitu santai.
"Lalu, bagaimana dengan dua minggu berikutnya? Kau menghilang selama sebulan tanpa kabar."
"Aku menerima banyak misi dari Tetua. Satu misi selesai, dan ia akan memberiku yang lainnya sebelum aku kembali ke Sydshire untuk melapor." Abercio terkekeh kecil. "Aku tau ia hanya tidak ingin aku kembali ke menara itu dan menghukum Penyihir yang mencari masalah denganku."
Callie mengambil cangkir tehnya tanpa ekspresi. "Penyihir Agung mengambil keputusan tepat. Lalu, bagaimana dengan Xenof?" tanyanya sebelum menyesap teh hijau di cangkir putih itu.
Abercio terdiam sejenak. Lantas menghela napas berat. "Dia.. berada di Tervist."
"Menara Sydshire yang fokus untuk penyembuhan?" tanya Callie memastikan.
Dengan berat hati, Abercio mengangguk. "Ya. Dia dirawat di sana. Sebelum kembali ke Sydshire, aku mencari Xenof di Vallesmeer. Namun, aku tak menemukan apapun selain jejak sihirnya yang berhenti di penjara bawah tanah istana."
"Saat bertemu Conrad, aku baru tahu kalau Xenof berada di Tervist dan belum sadarkan diri."
Abercio memasang wajah gelap. Tak ada yang tau siapa yang membawa Xenof kembali ke Sydshire. Ayahnya juga menolak untuk memberi tahu sejak kapan Xenof dirawat di sana. Namun, Abercio tahu pasti, apa yang menimpa Xenof hingga bawahan setianya itu tak sadarkan diri sampai sekarang.
"Sihir terlarang," gumamnya dengan tangan yang terkepal. "Xenof telah disihir dengan sihir terlarang. Aku tahu itu."
Mengernyit, Callie menyahuti, "Tak ada yang pernah memakai sihir itu lagi selama ribuan tahun lamanya, Ercio. Kau mungkin salah. Sihir itu terakhir kali dipakai oleh--"