Halow..
Masih ada yg nungguin cerita ini?
Yg greget dan suudzon sama Elios di part kemaren angkat tangan🙋✋
Chapter kali ini cukup pendek karena muat 1700an kata doang, soalnya author lagi bad mood:')
Buat ngehibur author yg males up ini, mari ramaikan part 19 dengan komen2 kalian✨🔥🔥
Komen apapun itu (asal bukan hate com) emang seampuh itu buat balikin mood penulis, loh guyss:))
So, plz gimme chocolate emoticon to boost my mood😃😃😃
Ohiya, kalo mau komen yg bersifat mengkritik juga boleh banget kok, tapi seenggaknya kasih saran gitu ya, biar author ga bingung mau kalian apa:)))
Happy reading 💕
***
Agatha berjalan cepat menyusuri lorong istana yang seolah tak berujung itu. Jemarinya yang dingin sesekali menyelipkan helai rambut yang sudah terurai jatuh ke belakang punggung dan menghalangi wajahnya--ke belakang telinga. Organ pemompa darah di dada kirinya terasa berdetak begitu cepat selayak napasnya yang keluar - masuk tak beraturan.
Di kepalanya, suara Ein yang mengatakan fakta bahwa Elios hendak melenyapkannya terus berputar - putar layaknya piringan hitam pada gramofon yang menyala--memainkan musik yang itu - itu saja.
Elios ingin membunuhku. Pria itu sudah merencanakan pembatalan pertunangannya dengan Eleanor bahkan sebelum Eleanor tersadar dari pingsannya akibat racun.
Memangnya apa yang telah Agatha lakukan sebagai Eleanor hingga Elios hendak menghabisi nyawanya? Ia sudah bersikap baik pada Isabelle, bahkan pernah mengajaknya minum teh bersama di pagi hari. Walaupun setelahnya ia memilih menghindari interaksi dengan Isabelle karena mencurigai gadis itu sebagai salah satu tersangka yang melukai Eleanor, namun Agatha tidak melakukan kejahatan apapun pada gadis itu.
Apakah mengabaikan termasuk kejahatan? Agatha rasa tidak. Dalam cerita, Elios bahkan selalu menyuruh Eleanor untuk menjauhi kekasihnya--Isabelle, dan Agatha menyanggupi itu setelah datang ke dunia ini. Lalu? Apa masalah pria itu hingga ingin membunuh Eleanor a.k.a Agatha?
Menilik chapter sebelumnya dimana Agatha belum memasuki tubuh Eleanor, sepertinya Isabelle belum mendapat siksaan dari Si tokoh antagonis selain bentakan kasar, hinaan, dan tarikan keras pada rambut--oh tidak.
Eleanor pernah menarik rambut Isabelle hingga kulit kepala tokoh protagonis itu berdarah! Dan itu terjadi sebelum tragedi buah berry dan jatuh dari kuda. Artinya Eleanor sebelumnya memang sempat menyiksa Isabelle sebelum Agatha datang ke dunia ini!
Apakah Elios dendam pada Eleanor karena kejadian itu? Tapi menurut alur novel, Elios sudah memberi pelajaran pada Eleanor dengan mengurungnya di sebuah ruang sempit nan gelap yang berada di perpustakaan istana ini. Karena tahu bahwa Eleanor punya ketakutan berlebih dengan ruang sempit, Elios memilih memberi hukuman dengan mengurung putri pertama Duke Rossemarry itu di ruangan yang harusnya menjadi tempat penyimpanan buku - buku rusak alih - alih sebagai ruang hukuman terburuk bagi pengidap klaustrofobia*.
Agatha sempat melihat tempat itu ketika mengunjungi perpustakaan demi membunuh bosan karena ditinggal oleh Amberlyst yang harus mengikuti pelajaran bersama guru privatnya. Adik Elios itu sebenarnya tidak ingin mengikuti pelajaran hari ini. Selain karena masih ingin menghabiskan waktu bersama Eleanor, Amberlyst juga tidak rela meninggalkan taman yang terletak cukup dekat dengan barak latihan para prajurit dimana Ein--pujaan hatinya--juga turut melatih di sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Please, Take Me Home!
FantasyAgatha adalah seorang gadis 21 tahun yang baru saja menyelesaikan studinya di sebuah Universitas ternama sebagai lulusan terbaik. Namun, menjadi lulusan terbaik dengan IPK sempurna nyatanya tak dapat membuat hidupnya yang adalah seorang yatim piatu...
