Agatha adalah seorang gadis 21 tahun yang baru saja menyelesaikan studinya di sebuah Universitas ternama sebagai lulusan terbaik.
Namun, menjadi lulusan terbaik dengan IPK sempurna nyatanya tak dapat membuat hidupnya yang adalah seorang yatim piatu...
Di tempatku ini sudah hari Jum'at sih, tapi at least di indonesia masih ada yang hari kamis kan?
Hehheh..
Oke deh, keburu jam 1, langsung author publish aja yaa..
Happy bacaaa..
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
2000 kilometer dari manor Nona Callie, di medan pertempuran antara pasukan kekaisaran dan kerajaan pemberontak, Elios tengah menjadi sumber ketakutan terbesar musuh-musuhnya--bahkan, ditakuti oleh ksatrianya sendiri.
Ia berperang dengan amarah. Membunuh musuh satu demi satu seperti monster yang haus akan darah. Iris emasnya berpendar mengerikan di tiap sabetan pedangnya.
"Berani-beraninya, wanita licik itu.."
Elios murka. Surat Ein mengenai kondisi adiknya Amberlyst sudah cukup untuk membuat ia tenggelam dalam amarah. Dan ketika ia tak merasakan sihirnya di tubuh Eleanor, amarahnya meluap layaknya gelombang dahsyat yang menjadikannya tak terkendali.
Ia biarkan sihir gelap dalam dirinya mengambil alih. Walau tak lagi pernah memunculkan diri, Elios masih bisa merasakan kutukan itu di dalam sana. Kini, biarkan dia yang membuat kutukan itu sendiri hadir dan membinasakan musuhnya dengan cara yang lebih sadis.
Lyxandris, penyihir hitam yang turut dibawa ke medan perang oleh pasukan pemberontak, bahkan nampak tertegun melihat Elios yang lepas kendali. Sihir yang ia lepaskan ke pria itu, diserap habis oleh sisi gelapnya dan menjadi kekuatannya sendiri.
Tidak pernah Lyxandris melihat sihir menakjubkan yang juga menakutkan seperti ini. Bagaimana bisa, seorang penyihir berdarah murni seperti Elios, memiliki sihir gelap yang seolah datang dari kerak bumi terdalam.
Ini ... Menarik.
Dapat ia lihat bagaimana ujung jemari Putra Mahkota Vallesmeer itu berubah kehitaman lantaran kelamnya sihir yang ia gunakan. Entah sejauh mana kekuatan itu bisa dia kendalikan hingga tanpa sadar dirinyalah yang tengah dikemudi oleh sihir gelap.
Lyxandris ingin menyaksikannya.
"Pasti akan sangat menarik."
Bagaimana jadinya jika Lyxandris mampu mengambil seluruh kekuatan itu dari Elios? Tak hanya Edelsteen, akankah dia turut menguasai benua Villucia? Oh, pasti akan sangat memuaskan melihat sepenjuru benua tunduk di bawah kakinya jika ia memiliki kekuatan sebesar itu. Demi raja kerak terendah bumi, Lyxandris benar-benar menginginkan kekuatan Elios.
"Sihir yang hebat, Yang Mulia. Saya penasaran bagaimana anda bisa mendapatkannya." Lyxandris kini keluar dari tabir yang menghalanginya dari sihir Elios. Namun, tentu saja ia tetap membentang jarak aman agar si Pangeran haus darah tidak tiba-tiba menyerangnya
Sesuai dugaan, Elios tak menjawab. Alih-alih, ia lepaskan ratusan panah sihir yang melesat cepat ke arah Lyxandris dan berhasil menggores paha kirinya walau ia sudah cekatan menangkis panah-panah itu.