43. Blood and Dust

1K 65 7
                                        

Haiiyy

Emang boleh nge-stuck berbulan-bulan gini.. Hehe

Maafin yaaa, nyari ide di semester mendekati akhir gini sulit amatt🤏

Masih ingat ceritanya kan?

Kalau udah lupa-lupa ingat, baca chapter sebelumnya dulu deh biar gak bingung baca yg baru ini wkwkwk

Tapii kalau yakin masih ingatt, cuss langsung dibacaa😍😍

Happy readingggg...



Arion tidak berhasil mencapai mansion seperti tujuannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Arion tidak berhasil mencapai mansion seperti tujuannya. Sihir di dalam tubuhnya kembali berulah ketika ia sudah sampai di desa tepi bukit menuju rumah megah yang berdiri kokoh di atas sana. Sekujur tubuhnya terasa lemas bagai tak bertulang. Darah yang mengalir deras dengan tak wajar terasa seperti jarum yang hendak keluar dari pembuluh.

Arion bisa gila. Sihir itu benar-benar tak mengenal belas kasih.

Hingga tak berselang lama, Arion akhirnya jatuh pingsan di atas kudanya. Membuat kuda coklat itu meringkik berusaha menjatuhkan apapun di punggungnya.

Ringkik kuda yang cukup nyaring berhasil menarik perhatian salah satu pemilik rumah di desa itu. Seorang wanita bertubuh sedikit gempal yang bermaksud menyiapkan sarapan untuk dirinya sendiri, nyaris menumpahkan teh hijau dari tekonya saat pekikan kuda diiringi suara benda jatuh yang cukup keras tertangkap oleh indranya. 

Matahari masih menggantung cukup rendah di ufuk timur ketika ia tergopoh keluar dari balik pintu jingga yang nampak menonjol di antara semua rumah berpintu kayu tanpa cat di pemukiman itu. Dan, alangkah terkejutnya ia melihat seorang pria berbaju putih yang nampak kotor, tengah terbujur di depan rumahnya tak sadarkan diri.

***

***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Please, Take Me Home!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang