6

7.3K 324 1
                                        

"Annette" Gumam Varon

"Kenapa mereka ada disini?!" Annette mulai dikuasai emosi, wajahnya memerah. Ingatan suram itu berputar cepat di kepalanya.

Pram dan Hashi hanya diam. Tidak menjawab karena masih sangat terkejut dengan permasalahan yang baru saja terungkap.

"Annette" Varon ingin mendekat namun Annette menunjuk marah padanya.

"Pergi!" Suara wanita itu menegas. Matanya menatap siaga dua orang tamu yang tidak di undang tersebut.

Varon menggeleng, perasaannya gamang kala menatap Annette secara langsung seperti sekarang.

"Annette dia-"

"Sialan!!" Tidak bisa. Annette tidak bisa dan tak ingin orang di masa lalunya datang kembali.

"Pergi dan bawa anak sialan itu dari sini!" Annette memekik kuat, hatinya ingin mengeluarkan semua amarah namun berusaha ia tahan.

Ruang tamu senyap. Tenggorokan Varon tercekat tak mampu bersuara. Ia tetap menatap wanita di depannya, tidak mau mengindahkan kalimatnya untuk pergi.

"Benar dia anakmu?" Suara Pram terdengar, mulai kembali membuka percakapan.

Annette abai tak berniat menjawab.

"Annette?" Pram melembutkan suara tapi Annette tetap pada pendiriannya. Sampai akhirnya wanita itu berjalan kasar keluar rumah.

Varon mengejarnya, ingin mencoba membuat Annette mengerti dan menjelaskan semua.

"Stop" Varon berhasil meraih tangan Annette saat wanita itu hendak memasuki mobil.

"Lepas!"

Muak amukannya tidak di hiraukan, tangan mulus Annette memberikan tamparan keras pada pipi pria di depannya.

"Apa yang kau mau?!"

Varon diam sambil memegang pipinya. Melihat hal tersebut, Annette tersenyum mengejek mengangkat sebelah alis angkuh. Tapi siapa sangka perlahan matanya berkaca-kaca.

"Mengapa kau diam? Tak ingin balas menampar?" Suara keras tadi perlahan gemetar.

"Sudah bosan menyakitiku seperti dulu?"

Varon menggeleng.

"Belum? Lalu mengapa tak membalas?" Annette tertawa mengejek, air matanya luruh tapi kemudian dia menghapusnya kasar.

"Annette bukan begitu-"

"Jangan menemui ku lagi, atau anak itu dalam bahaya" Potong Annette langsung, ia tidak mau mendengarkan apapun dari pria di depannya.

Ancamannya sukses membuat Varon membeku. Apa wanita itu sangat membenci Sangga setengah mati?

"Ini salahku, dengarkan aku dulu. Annette-hei!"

Annette dengan cepat memasuki mobil menghiraukan Varon yang kembali mencoba menghalangi jalannya. Ia akan kemana pun asal pergi dari sini dan menjauh dari dua manusia sialan itu.

Varon menatap nanar mobil putih Annette yang mulai menjauh. Pikirannya memutar semua hal buruk yang telah ia lakukan pada Annette dulu.

"Sialan kau Varon"

°°°

"Kemana dia?" Hashi bertanya pelan sambil mengelus kepala Sangga yang terlihat mengantuk di pangkuannya.
Ini ajaib, tadi Sangga terlihat ketakutan padanya, tapi setelah di ambil dan di tenangkan, perlahan anak itu nyaman dan balas memeluk tubuhnya.

AFFECTION Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang