Puisi 139 : Percuma

3 0 0
                                        

Hari ini aku bermandi darah lagi
Diratah luka lama
yang menagih simpati
Mohon senantiasa diingati

Mengapakah
setiap kali melihat kamu
Hati ini diruntun pilu
Bukankah kamu yang memilih
Untuk menabur paku
Bukankah kamu
yang telah menyakitiku
Malah tidak terhitung jari
Nilaian tangisanku kernamu

Aku yang telah
berjanji ingin pergi
Yang telah bersumpah
tidak bakalan kembali
Mengapa kini
kembali diragut sepi
Kembali mengenang
sang empunya hati

Akulah itu yang tidak cukup punya
Yang sering kali bersedih
atas apa yang tidakku punya
Akulah yang menunggu sisa-sia
Harapan yang ternyata sia-sia
Ternyata diriku tidak punya
Hatimu sedari awalnya

PUISI KATASKY Cerita yang buat anda obses. Terokai sekarang