Tekan tanda ⭐ dipojok kiri bawah untuk melanjutkan part ini!
************************************
RCkefeller school
Reyn berdiri di depan gerbang sekolah sambil memantau keadaan disana. Ada seseorang yang sedang di tunggu hingga rela berangkat lebih pagi.
Biasanya Reyn akan datang lima menit sebelum bel sekolah dan akan pulang paling akhir.
Hari ini menjadi sejarah bagi Reyn karena berangkat lebih pagi sebelum siswa lain datang.
Huft...
Helaan nafas kasar terdengar berkali-kali menatap arloji yang terus berjalan. Tidak lama seseorang yang di tunggu muncul menggendong tas hitam dengan jalan menunduk.
Reyn segera menghampiri Raline yang saat ini datang mengenakan pakaian kusut.
"Reyn?"
Gadis itu celingukan sesekali melihat arlojinya. Di sekeliling mereka saat ini belum terlihat siswa lain berseliweran seperti biasa karena jam masih menunjuk di angka enam.
Tanpa sepatah kata, Reyn membawa Raline masuk kedalam mobil.
Ia mengeluarkan sesuatu yang tergeletak di belakang dan memberikan ke tangan Raline. Sebuah tote bag yang entah apa isinya namun mengeluarkan semerbak dari dalam. Bau parfum yang menenangkan juga tidak mencolok penciuman.
"Ini apa?"
Bola mata Reyn memberi kode agar Raline segera membukanya.
Raline membuka tote bag tersebut yang isinya seragam sekolah. Terlihat rapi tidak seperti miliknya yang sedang di pakai.
"Aku pikir ini bisa mengganti seragam yang kamu pakai."
Raline melihat seragamnya yang masih basah akibat tidak kering saat di cuci kemarin. Ia terpaksa mengenakannya kembali karena tidak sempat menyetrika seragam lain.
Meski di rumah sang ayah memiliki asisten rumah tangga tetapi mereka tidak diizinkan membantu semua pekerjaan Raline.
"Emmm Reyn, aku tidak bisa menerima..."
Reyn menempelkan telunjuk diatas bibir pink flash itu, ia tidak menerima alasan apa pun karena pantang bagi Reyn mendapat penolakan.
Mobil kemudian melaju menuju parkiran, beberapa siswa terlihat mengendarai kendaraan masing-masing.
"Jangan lupa di pakai."
Sekali lagi, Reyn memberi peringatan jika ia tidak suka pemberiannya di tolak.
Sepuluh menit berlalu, Raline keluar dari toilet menenteng tote bag berisi seragam basah miliknya. Di depan cermin Raline menatap wajah merah jambu menilik penampilannya saat ini.
Walau pun seragam yang di berikan Reyn sama dengan seragam miliknya tetapi aura kecantikan Raline hari ini sangat berbeda.
Ia sendiri tidak tahu dimana letak kecantikannya, padahal ia tidak bermake-up seperti siswa lain.
Hanya polesan lip tint merah muda yang biasa di gunakan setiap hari.
"Raline."
Suara Alana mengagetkan dari belakang, gadis itu mendekat, ditangannya menenteng kantong plastik.
"Aku mencari mu ke kelas ngga tahunya disini."
"Ada apa Al?"
Ia mengeluarkan sesuatu dari kantong plastik yang membuatnya melebarkan senyum.
"Tada... temani aku ke kantin yuk,"
"Boleh, aku juga sudah selesai."
Keduanya sama-sama keluar toilet dengan bergandeng tangan.

KAMU SEDANG MEMBACA
TogetheR
Teen FictionRaline Joozher seorang anak yang lahir dari kesalahan kedua orang tua membuat masa depannya terbebani. ia harus tinggal di lingkaran keluarga berada dengan bekal pengalam minimum. hingga suatu ketika bertemu pangeran berwatak iblis yang mengubah se...