5. Bunga Malam

409 157 55
                                        

"Kamu bagaikan langit malamku dan menjadi rembulan yang selalu kulihat ketika aku bersedih."
—Fadil Abian

Jam menunjukkan angka 16

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jam menunjukkan angka 16.45 dan Laila kedatangan tamu.

"Assalamu'alaikum!"

Laila yang mendengarnya pun langsung keluar dari kamarnya dan ia melihat sekeliling mengapa ibunya tidak membukakan pintu. Ia berasumsi bahwa ibunya sedang berada di dapur, dengan segera ia membukakan pintu untuk tamu yang datang.

"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, Bu." jawab salam dari Laila pada wanita tersebut.

"Eh, Laila!" Terlihat seorang wanita yang seumuran dengan ibunya yang tinggal dekat dengan rumahnya, Laila pun tersenyum di hadapannya. Wanita paruh baya tersebut bernama Bu Ana.

"Masuk aja, Bu. Silakan duduk daripada berdiri terus nanti capek ibunya," ucap Laila menawarkan untuk duduk dengan sopan.

"Gak perlu repot-repot, Laila. Jadi gini ... ibu ada undangan pengajian nih buat ibunya Laila, datang ya. Acaranya berlangsung di rumah ibu." Bu Ana menyodorkan undangan pengajian lalu tersenyum pada Laila.

Laila menerima undangan tersebut. "Iya, Bu. Syukran ya udah ngundang ibu saya," ucapnya berterima kasih kepada Bu Ana.

"Iya, sama-sama, Sayang. Kalau begitu ibu pamit dulu ya mau ngasih undangan ke rumah yang lain, Assalamu'alaikum," pamit Bu Ana dengan melambaikan tangannya pada Laila.

"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, Bu." balas Laila.

Laila menutup pintu dan masuk ke dalam rumahnya, lalu sang ibu menghampiri Laila yang membawa sebuah undangan di tangannya. "Itu undangan dari siapa nak? siapa yang barusan datang?" tanya ibunya Laila.

"Ini, Bu. Bu Ana tadi datang ke sini buat ngasih undangan pengajian ke Ibu, karena Ibu tadi di dapur jadi Laila yang nyambut Bu Ana," Laila memberi undangan yang berada di tangannya pada ibunya.

Ibunya yang melihat secara detail undangan tersebut pun sangat berterima kasih kepada Laila yang telah menggantikan dirinya mengambil undangan tersebut. "Terima kasih ya, Nak. Acaranya besok di rumah Fadil ternyata," ucap Bu Hafidzah pada Laila dan Laila pun tersenyum mendengarnya, Bu Ana adalah nama seorang ibu dari Fadil Abian.

"Iya, sama-sama, Bu," balas Laila yang tersenyum lalu ia melihat jam yang ada di dinding, jam telah menunjukkan angka 17.05 sudah waktunya Laila untuk bersiap-siap pergi ke masjid untuk mengajari anak-anak mengaji sehabis Maghrib. "Bu, Laila izin ya mau siap-siap dulu buat pergi ke masjid. Mau ngajarin anak-anak mengaji di masjid soalnya," pamitnya sambil mengecek sepatu yang ada di dekat pintu, ia menyiapkan lebih dulu untuk pergi nanti.

"Iya, silakan. Hati-hati, Nak." jawab ibunya.

Laila segera pergi ke kamar mandi untuk mandi dan setelah mandi ia pun bersiap-siap menuju masjid. Dia membawa mukena dan tas yang sering ia pakai untuk pergi ke mana pun dengan gamis krem dan kerudung pasmina hitam.

"Laila pamit pergi dulu ya, Bu. Assalamu'alaikum!" salam Laila lalu menyalami ibunya yang berada di ruang tengah.

"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, Nak." balas ibunya.

Laila memakai sepatu dan membuka pintu untuk ia keluar, terlihat rombongan anak kecil menuju masjid yang melewati pekarangan rumah Laila anak-anak tersebut menegur Laila yang bernotabene guru ngaji mereka itu.

"Assalamu'alaikum, Ustazah! " teriak salah seorang anak dengan fisik yang berumur 7 tahun yang berada di rombongan tersebut.

"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, Rizky." jawab Laila yang ditegur oleh anak-anak didiknya itu. "Ustazah mau berangkat ke masjid juga ya?" tanya seorang anak yang terlihat lebih tua 3 tahun dari seorang anak yang bernama Rizky.

"Iya, Ustazah mau pergi ke sana juga, kalian sendiri mau ke masjid juga?" tanya balik Laila pada seorang anak yang bernama Haikal.

"Iya, Ustazah. Kami rencana mau jajan dulu sebelum ke masjid," jawab Haikal dan teman-temannya hanya diam di sampingnya.

"Oh iya, kalau begitu hati-hati ya!" kata Laila yang melanjutkan jalannya.

"Iya, Ustazah juga hati-hati di jalan," sahut Haikal dan yang lainnya mengikuti. Laila yang mendengarnya tersenyum dan ia mengenggam erat buku Nadzom Alfiyyah. Ya, itulah yang akan dipelajari anak-anak di masjid nanti.

Laila sampai di masjid. Laila melihat waktu di ponselnya. Sudah pukul 17.24. Laila dengan segera ia menyiapkan materi untuk anak-anak belajar.

Terlihat anak-anak mulai berdatangan. Tibalah beberapa rombongan anak kecil perempuan juga para anak lelaki masuk ke dalam masjid, Laila yang melihatnya pun tersenyum dan para anak didiknya yang melihat Laila pun langsung berjalan menuju Laila untuk menyalami sang guru.

"Ada Ustazah Laila!" seru seorang anak perempuan yang memakai mukena lengkap, semua anak didik Laila pun menoleh ke arah Laila berada.

"Assalamu'alaikum, Ustazah," sapa anak-anak perempuan yang menyalami tangan Laila dan Laila pun tersenyum.

"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, Aura. Kalian rajin ya jam segini udah standby di masjid," puji Laila pada anak-anak didiknya yang ternyata sudah standby dari sebelum Maghrib di masjid.

"Iya, Ustazah. Kami di sini sekalian belajar bareng dan main juga sambil menunggu azan Maghrib," tutur seorang anak perempuan yang bernama Aura.

"MasyaAllah, rajin sekali ya kalian," bangga Laila pada anak-anak di masjid tersebut.

"Afwan, Ustazah. Kami mohon izin pamit mau main," pamit Aura pada Laila sebagai guru ngaji di masjid tersebut. Laila tentunya bangga memiliki anak murid seperti mereka. Dari cara mereka berbicara, mereka sangatlah sopan sekali.

"Oke, nanti setelah Maghrib kita belajar Nadzom Alfiyyah ya! Udah pada hafal belum?" tanya Laila pada anak-anak didiknya yang berada di hadapannya, mereka berkumpul di hadapan Laila untuk mendengarkan perkataan Laila.

"Baik, Ustazah. Alhamdulillah sedikit demi sedikit kami hafal, kalau begitu kami izin pamit," pamit seorang anak perempuan teman Aura yang berada di gerombolan tersebut. Laila pun tersenyum melihat mereka bermain bersama.

Laila pun berjalan menuju lemari masjid yang berisi buku bacaan serta Al-Qur'an. Sebentar lagi azan Maghrib berkumandang, imam masjid sudah datang ke masjid untuk bersiap-siap mengumandangkan azan. Laila pun segera berbaris di shaf-shaf untuk melaksanakan sholat.

Allahuakbar Allahuakbar~

Azan pun berkumandang dan semua orang yang berada di masjid segera bersiap-siap untuk salat.

Bersambung...

Jangan lupa vote & komen ya❤️
Terima kasih udah selalu nyemangatin Author untuk berkarya lebih lanjut❤️❤️

Lailatul Qadar(END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang