18. Rencana

171 44 72
                                        

"Aku memilihmu, karena aku yakin kau adalah wanita yang taat akan suami. Aku mencintaimu bukan karena nafsu, tetapi karena Sang Pencipta."

—Saddam Firdaus

Saddam menghampiri Hasan, Fauzan, dan Fadil di suatu kafe

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Saddam menghampiri Hasan, Fauzan, dan Fadil di suatu kafe. Ia meminta saran mengenai pembuatan undangan pernikahan kepada teman-temannya beserta wedding organizer yang dapat diandalkan.

"Wih, udah main sat set aja nih." ujar Fauzan. Ia berpakaian kaos hitam lengan panjang dan duduk di hadapan Saddam.

"Iyalah. Karena kita jatuh cinta itu hanya ada dua pilihan ... halalkan atau tinggalkan. Gue mau minta saran jasa pembuat undangan pernikahan, dong. Yang aesthetic," pinta Saddam. "Menurut kalian mending gue kasih kepastian tanggal berapa?"

"Nih ya, gua saranin elu cari dulu wedding organizer. Setelah itu baru lu tentuin tanggal dan undangan. Jangan lupain juga kerabat yang mau diundang, teman-teman, dan anak-anak alumni juga," saran Hasan. Fadil mengangguk terhadap pendapatnya.

"Gua ada saran wedding organizer kebetulan deket rumah, namanya Muslimah WO. Itu tetangga gua. Kalau mau entar gua tanyain berapa biaya untuk acara dan sewa bajunya. Lengkap banget di situ," ujar Fadil. Penampilannya memakai baju koko dan sarung berwarna biru serta peci. Sangat mencerminkan anak santri.

"Wah, makasih, Bro. Kalian emang bisa dimintain pendapat." Saddam senang teman-temannya dapat diandalkan. 

"Gue liat ini untuk jasa pembuatan undangan murah nih. Online tapi."

"Gapapa dah, mending undang secara online gak, sih? Karena kalau dijadikan fisik malah dibuang dan jadi sampah." Saddam diam-diam mengambil potret Fauzan yang sedang fokus mencari jasa pembuatan undangan pernikahan online.

" Saddam diam-diam mengambil potret Fauzan yang sedang fokus mencari jasa pembuatan undangan pernikahan online

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Fauzan melirik ke arah Saddam dan Saddam cekikikan. Fadil dan Hasan melihat ke arah Saddam yang terdapat foto Fauzan sedang fokus. 

"Mayan, foto kenang-kenangan." Saddam menunjukkan layar ponselnya pada Hasan dan Fadil. Mereka tertawa dan Fauzan menatap tajam Saddam. Fauzan segera memajukan tubuhnya agar dapat mengambil ponsel Saddam. Saddam dengan sigap menghindar dari tangan Fauzan yang berusaha meraih ponselnya.

Lailatul Qadar(END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang