12. Bahagia dan Warna Cinta

244 52 22
                                        

Firman Allah Ta'ala:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ (53) وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ (54)
"Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi)." (QS. Az Zumar {39} : 53-54).

Burung-burung beterbangan, bercicit bersama kawanan dengan serentak melewati Fadil dan teman-temannya di atas langit

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Burung-burung beterbangan, bercicit bersama kawanan dengan serentak melewati Fadil dan teman-temannya di atas langit.

Entah kenapa, Laila berjalan dengan sangat bahagia bolak-balik dari dapur ke aula. Senyum mereka berdua merekah membuat semua orang aneh dan merasa ada sesuatu. Tidak tahu apa yang terjadi pada mereka berdua tetapi Sang Maha Membolak-balikan Hati sedang menjalankan rencana-Nya untuk mereka berdua.

Laila dan sahabat-sahabatnya sudah menyelesaikan tugas mereka. Dan mereka pun beristirahat sebentar mengobrol di aula.

"La, kamu ngerasa aneh gak sih?" tanya Aisyah pada Laila yang sepertinya belum menyadari.

"Aneh gimana, Ais? Siapa yang kamu maksud?" bingung Laila, Hannah dan Zahra hanya mendengar. Mereka ingin tahu apa yang dimaksud oleh Aisyah.

"Itu lho, si Fadil. Kamu selama ini gak ngerasa aneh? Dia itu kayak ada rasa sama kamu, La."

Aisyah menyadari bahwa ada yang tak beres pada Fadil terhadap Laila. Karena dari sorot mata Fadil, ada ribuan makna ketika menatap Laila. Hannah dan Zahra pun akhirnya saling bertatapan.

"Maksudnya ... Fadil ada rasa cinta gitu sama Laila, Ais?" tanya Zahra untuk memperjelas apa yang dimaksud oleh Aisyah. "Iya, contohnya begitu. Kayak aneh aja gitu dia kalo berada di sekitar Laila," ungkap Aisyah pada mereka semua. Di sana, hanya ada mereka berempat dan tak ada yang lain di aula.

Gak mungkin, ah! Masa iya dia ada rasa sama aku?

Laila sendiri pun bertanya-tanya apakah itu memang benar adanya? Ia dan Fadil hanyalah sebatas tetangga dekat. Orang tua mereka sangatlah dekat sehingga sering sekali mereka saling memberi dan berkunjung. Tapi perihal rasa, Laila tak tahu apa yang dirasakan Fadil terhadapnya.

"Gimana, ya? Aku sih ngerasa gak mungkin ada yang punya rasa gitu sama aku, tetapi ya ...," ragu Laila tak percaya. "Oh iya, kita sarapan dulu, yuk!" ajak Laila mengalihkan topik.

Lailatul Qadar(END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang