🏅 Bittersweet of Marriage July 2023
(FOLLOW DULU SEBELUM BACA YA! Harap tinggalkan jejak untuk menghargai penulis)
Genre: Spiritual, Romance.
**✿❀Description❀✿**
Ini kisah insan yang menjaga. Menjaga cinta, menjaga persahabatan, juga menjaga kesuc...
"Jika kamu mencari yang sempurna, carilah ia hingga ke ujung dunia. Kau pasti takkan menemukan hingga yang terindah sekalipun hilang dari pandangan." —Zaidul Hisyam
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Laila mengalihkan pandangannya kembali pada sang ayah. Waduh, orang yang aku senggol tadi ada di sini, batinnya.
Setelah tersadar dari lamunannya, Hisyam memutuskan untuk duduk di kursi yang menghadap ke arah berlawanan dengan Laila dan ayahnya. Karena tak ada kursi yang kosong, dia akhirnya terpaksa duduk menghadap langsung ke arah mereka.
Seketika suasana hening sesaat. Hisyam sendiri hanya diam hingga Thariq membuka suara.
"Assalamu'alaikum. Baru di sini, ya?" tanya Thariq dengan akrab pada Hisyam.
Hisyam tersenyum dan menjawab, "Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, Pak. Saya di sini karena ada saudara. Mohon maaf dengan Bapak siapa?"
"Thariq, Nak. Sepertinya kamu masih muda. Umur berapa, Nak?"
"Saya Zaidul Hisyam, dipanggil Hisyam. Saya berumur 23 tahun, Pak. Saya baru pulang dari Mesir," ucapnya.
Thariq mengangguk. "Kuliah, ya? Kuliah berapa tahun, Nak?"
"Kuliah empat tahun prodi S1 Hadist, Pak."
Laila tersenyum kikuk mendengar pernyataan Hisyam. Ia kagum.
"MasyaAllah, semoga berkah dunia akhiratmu, Nak," doa Thariq. Laila tertawa kecil tanpa mengucapkan sepatah kata.
"Aamiin, ya Rabb." Hisyam menengadahkan tangannya kemudian mengusap wajahnya. Penjual siomay menghampiri Laila dan menegurnya.
"Mbak, pesanannya sudah. Totalnya 13 ribu," kata penjual sembari memberikan sebungkus plastik di genggamannya sementara Laila merogoh kantong bajunya.
"Ini, ya, Pak. Terima kasih." Thariq melihat Laila yang sudah membayar siomay segera beranjak.
"Udah, La?" tanya Thariq. Laila mengecek pesanannya di bungkusan plastik.
Laila pun mengangguk. "Sudah, Yah."
"Baik. Ayo pulang. Kami duluan, ya, Nak Hisyam. Assalamu'alaikum." Thariq mengangkat tangan kanannya. Hisyam mengangguk, tersenyum singkat dan menjawab salam Thariq. Laila tersenyum menatap meja melihat tangan Hisyam sekilas kemudian pergi bersama sang ayah. Setelah kepergian Laila dan ayahnya, Hisyam tersenyum kecil seraya mengalihkan pandangannya ke meja.
Laila dan Thariq berjalan beriringan. Laila memikirkan ceramah tentang apa yang akan ia beri esok pagi secara online.
"Laila," panggil Thariq. "Menurut Laila lelaki tadi bagaimana?"
Laila kaget mendengar hal itu keluar dari mulut sang ayah. Matanya membelalak tak menyangka. "Maksud, Ayah?" tanyanya heran.
"Ayah cuma mau tau menurut pandanganmu bagaimana. Apa kesan pertamamu terhadapnya?" Thariq mengetes anaknya apakah anaknya mampu membaca karakter orang.