🏅 Bittersweet of Marriage July 2023
(FOLLOW DULU SEBELUM BACA YA! Harap tinggalkan jejak untuk menghargai penulis)
Genre: Spiritual, Romance.
**✿❀Description❀✿**
Ini kisah insan yang menjaga. Menjaga cinta, menjaga persahabatan, juga menjaga kesuc...
"Kalau saja bukan Allah yang membatasi, mungkin aku akan gila dengan yang namanya cinta." -Fadil Abian
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sesampainya di pesantren, Laila membuka pintu gerbang Pesantren Hidayatul Kariim dengan hati-hati. Pandangannya fokus ke depan melihat anak-anak sedang bermain di pesantren tersebut.
"Assalamu'alaikum," salam Laila pada anak-anak di pesantren.
"Wihhh rapi sekali halaman depan sini," puji Laila pada anak gadis yang sedang bersih-bersih.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, Ustazah. Alhamdulillah Ustazah datang ke sini," ujar seorang anak perempuan berumur 13 tahun. "Ustazah, ada keperluan apa kemari?" tanyanya sambil tersenyum.
"Ustazah datang ke sini untuk mengecek perpustakaan. Barangkali ada buku yang perlu ditambahkan untuk sumber pengetahuan umum. Jadi, Ustazah ke sini cuma untuk naruh buku dan sekalian mampir," jawab Laila pada anak itu.
"Baik, Ustazah. Saya bukakan pintu perpustakaan ya karena kebetulan saat ini sedang dikunci dan saya pemegang kuncinya," sahut gadis muda itu dan dibalas anggukan oleh Laila yang tersenyum pula.
Mereka pun berjalan bersama menuju perpustakaan dan gadis muda itu selalu membawa kunci perpustakaan di dalam kantong bajunya. Agar ketika ia dibutuhkan ia bisa langsung membukakan pintu perpustakaan dengan cepat tak pakai lama.
Sesampainya di perpustakaan, gadis muda itu membukakan pintu perpustakaan yang terkunci dan setelah pintu terbuka dia mempersilahkan Laila memasuki ruang perpustakaan itu.
"Ustazah, saya tinggal sebentar ya. Saya mau lanjut bersih-bersih halaman lagi," pamit gadis itu pada Laila dengan badan yang dibungkukkan 90°. Laila pun membalasnya dengan anggukan setuju lalu gadis itu pun menghadap keluar pintu dan pergi.
Tersisa Laila seorang diri di perpustakaan yang lumayan luasnya dan terdapat beberapa meja yang berbaris sejajar dengan meja-meja lainnya di hadapannya. Laila pun akhirnya berkeliling mengecek satu per satu lemari buku di perpustakaan tersebut.
Di luar, seorang lelaki baru tersadar bagaimana bisa ia pergi ke pesantren tempat ia bersekolah. Iya. Orang itu adalah Fadil Abian yang sedang berdiam diri di halaman pesantren.
Ia melihat sekeliling pesantren dengan perasaan rindu di dalam hatinya, ia bersyukur bisa kembali melihat sekolahnya yang berisi kenangan dari sejak ia SMP hingga ia lulus dari pesantren ini 1 tahun yang lalu. batin Fadil.
"Gak kerasa ya, udah setahun gak ke sini. Jadi kangen masa lalu."