Belum sampai 50 viewers tapi udah uwe unlock part ini....
Baikkan uwe ????
"WOAAAHHH !!!!"
Aku berteriak sekuat tenaga karena terkejut ketika aku melihat wajah Akkinta tepat berada di atas wajahku. Padahal baru saja kesadaranku terkumpul sempurna. Jadi, bayangkan saja bagaimana shock nya aku saat ini. Persis seperti adegan film horor yang pernah aku tonton bersama Chenle Oppa.
Aku buru-buru merubah posisiku menjadi duduk bersandar di kepala ranjang. Menarik selimut yang awalnya hanya menutupi pinggang ke bawah menjadi menutupi sampai sebatas pundak.
Sementara Akkinta hanya mendecakkan lidahnya.
"Kau tidur seperti orang mati...."
"Yaaakkkk !!!!" Aku menuding ke arah Akkinta yang sudah berdiri tegak di samping tempat tidurku. "...bisa nggak jangan bawa-bawa soal hidup dan mati...." lanjutku. Sudah tahu aku sedang sangat sensitif soal kejelasan nasibku yang tidak jauh berbeda dengan masa depan Lui. Tapi Akkinta dengan entengnya bicara kalau aku tidur seperti orang mati.
"Habisnya matamu terus saja tertutup... padahal alarm dari jam weker yang ada di sebelah tempat tidurmu itu bunyinya nyaring sekali.... Sampai sakit telingaku jadinya...."
Aku menggembungkan kedua pipiku.
Akkinta itu pernah tidur atau tidak sih ?
Memangnya dia tidak tahu kalau orang kalau tidur itu matanya tertutup seperti orang....
Argghhhh....
Ya itulah.....
"Ayo cepat bangun dan bersiap !!!"
Aku menyibakkan selimut yang menutupi hampir seluruh tubuhku itu, lalu beringsut turun dari tempat tidur. Aku berjalan melewati Akkinta yang masih berdiri sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.
Aku heran....
Apa Akkinta tidak punya pose berdiri yang lain ?
Tidak seperti Jaemin Oppa....
Saat batereinya terisi penuh, Jaemin Oppa bisa sangat atraktif....
Sepertinya aku harus menyuruh Akkinta berguru pada Jaemin Oppa....
Aku membuka lemari pakaian, mengambil beberapa lembar pakaian dari sana kemudian meletakkannya di atas tempat tidur. Setelah itu, aku memutar tubuhku menghadap ke tempat tidur dimana sudah terhampar beberapa pilihan pakaian yang akan aku pakai hari ini.
"Aku harus pakai baju yang mana ya ?" Aku berpikir sambil mengetuk-ngetukkan jari telujukku di dahi.
"Pakai yang mana saja.... Yang penting bagian tubuhmu itu tertutup....."
"Kau tidak mengerti perempuan, Akkinta-kun.... Kami harus merasa yakin dengan penampilan kami dulu sebelum keluar dari rumah. Semua harus sempurna...."
Aku bisa mendengar decakan keluar dari mulut Akkinta saat mendengar jawabanku. Aku sih tidak perduli. Aku lebih memilih untuk meneruskan kegiatanku memadu madankan beberapa pakaian yang aku keluarkan dari lemari.
Setelah beberapa saat, aku menjatuhkan pilihanku pada dress panjang dengan tali spaghety warna putih tulang dengan sweater warna kuning muda. Warna yang sempurna untuk memulai hidup yang baru.
Aku kemudian mengembalikan pakaian-pakaian yang tidak jadi aku pakai ke dalam lemari lalu menutupnya. Saat aku berjalan ke kamar mandi, langkahku terhenti saat berada di depan Akkinta. Aku menoleh ke arahnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Unmei no Akai Ito
FanfictionUnmei no Akai Ito, selanjutnya disebut sebagai Benang Merah Takdir, merupakan kepercayaan Jepang yang sebetulnya berasal dari Cina. Konon, di jari kelingking setiap orang ada benang merah yang tak kasat mata, yang akan terhubung dengan jodohnya. Han...