Wind & Wish

59 12 2
                                    

"Jadi itu kakak perempuanmu ?" tanya Akkinta padaku.


Aku menolehkan kepala ke arah Akkinta lalu mengangguk pelan.


Saat ini kami berdua, aku lebih tepatnya, sedang berada di salah satu bilik toilet khusus karyawan yang ada di belakang kafe. Aku berada di sini untuk menenangkan diriku setelah aku memecahkan sebuah piring karena melihat kehadiran Faith Eonni dan Naeun Eonni di kafe ini.


"Cantik ya..... Beda sekali denganmu....." sambung Akkinta.


Aku berdecak pelan.


"Yang kau lihat sekarang itu kan wajahnya Kaoru.... Aslinya aku itu mirip dengan Faith Eonni, tahu !!!" jawabku kesal.


Akkinta mendecih.


"Aku sudah melihat wajah aslimu asal kau tahu.... Kan aku sudah bilang, tubuh aslimu berada di suatu tempat di luar sana....." sahut Akkinta.


Aku mencebik. Tidak terima dengan perkataan Akkinta.


Aku ini sama cantiknya dengan Faith Eonni kok !!!


Buktinya, aku dipanggil tuan puteri oleh Appa, Daddy Siwon, Samchondeul serta Dream Oppa.


Aku mengalihkan wajahku ke samping, tepat menghadap ke arah dinding toilet yang ditutupi dengan ubin berwarna putih yang dipasang selang-seling.


"Appa bilang, Eomma itu berdarah campuran Eropa dan Indonesia. Faith Eonni seperti orang asing karena dia sangat mirip dengan Eomma. Sementara aku terlihat seperti orang Asia pada umumnya karena aku lebih mirip dengan Appa......" jelasku pelan.


"Hal itu sama sekali tidak penting untukku....." cetus Akkinta tidak peduli.


Aku mengerutkan bibirku menahan geram. Berusaha untuk tidak memuntahkan umpatan dan makian yang saat ini sudah berada di ujung lidahku.


"Kaoru...... Kaoru-chan !!! Apa kau baik-baik saja di dalam ?"


Suara Reiko yang memanggilku sambil mengetuk pintu toilet mengalihkan atensiku dari Akkinta.


"Ya....." Jawabku cepat.


"Kalau begitu cepat keluar..... Seok Hee-chan ingin mengenalkan teman-teman SMP-nya pada kita semua sebelum mereka pulang.... Sebentar lagi kafe juga akan ditutup, apa kau lupa ?"


Ah iya


Aku baru ingat....


Karena kedatangan teman-teman Seok Hee Eonni hari ini, kafe akan tutup lebih cepat dari biasanya.


Yang tidak aku bayangkan adalah, teman-teman Seok Hee Eonni itu adalah Faith Eonni dan Naeun Eonni.


"Kaoru-chan ? Kau mendengarku tidak ?" suara Reiko memanggilku kembali terdengar. Mungkin karena aku tidak kunjung keluar dari toilet ini.


"Ya, Reiko-chan..... Aku akan segera keluar....."


Aku berdiri dari penutup kloset yang diturunkan lalu mengulurkan tanganku untuk membuka kenop pintu.


"Kendalikan dirimu, Melody....." suara Akkinta terdengar memperingatkan aku.


"Iya..... Aku tahu....." jawabku sembari membuka pintu.


"Tahu apa ?"


Aku terkejut dan mundur selangkah. Tidak menyangka kalau Reiko ternyata masih berada di balik pintu toilet, menungguku keluar dari sana.


Unmei no Akai ItoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang