Coming Home

86 19 2
                                        

3rd POV


Setelah percakapan itu, suasana di dalam ruangan menjadi lebih hening. Hanya suara detak jam di dinding dan napas teratur Melody yang terdengar. Hyukjae masih menggenggam tangan putrinya, ibu jarinya dengan lembut mengusap punggung tangan Melody, seakan meyakinkan dirinya bahwa ini bukan mimpi.



Faith menghapus air matanya dan menatap wajah Melody lekat-lekat. Gadis kecil yang dulu selalu mengikutinya ke mana pun, yang suka tertawa di belakangnya, yang sering bersembunyi di balik punggung Daddy mereka saat sedang takut—sekarang terbaring diam, jauh dari rumah, setelah melewati sesuatu yang tak seorang pun bisa membayangkan.


Taeyong berdiri di samping istrinya, memberi kekuatan lewat genggaman tangannya. Sementara itu, Siwon sudah mulai menghubungi beberapa pihak di Tokyo, mencari rumah sakit yang bisa menerima Melody secepatnya.


"Hyuk-ah, kita harus bergerak cepat," kata Siwon akhirnya setelah selesai berbicara di telepon. "Aku sudah mengatur ambulans udara ke Tokyo. Rumah sakit sudah diberitahu, mereka akan langsung menangani Melody saat kita tiba. Anggota Super Junior yang lain akan segera menyusul ke Tokyo...."


Hyukjae mengangguk, matanya tak pernah lepas dari wajah putrinya. "Baik. Aku ingin dia mendapat perawatan terbaik."


Malam semakin larut ketika mereka akhirnya meninggalkan klinik. Melody dipindahkan ke ambulans kecil yang akan membawa mereka ke dermaga, tempat helikopter medis sudah menunggu. Hyukjae duduk di sebelahnya, jari-jarinya masih erat menggenggam tangan putrinya seolah takut kehilangan lagi.


Faith duduk di seberang, matanya terus memperhatikan Melody dengan tatapan penuh doa. Taeyong di sampingnya, memastikan segala sesuatu berjalan lancar. Sementara itu, Siwon terus berbicara dengan seseorang di telepon, mengatur detail penerbangan dan administrasi yang diperlukan.


Perjalanan dengan helikopter terasa panjang meski hanya satu jam. Hyukjae tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Melody. Kepalanya dipenuhi pertanyaan—bagaimana dia bisa selamat? Apa yang sebenarnya terjadi setelah kecelakaan itu? Kenapa dia baru ditemukan sekarang?


Namun, di antara semua pertanyaan itu, ada satu hal yang paling Hyukjae yakini: Melody masih hidup. Itu saja sudah cukup baginya untuk terus berjuang.


Begitu tiba di Tokyo, mereka langsung disambut oleh tim medis dari rumah sakit. Melody dipindahkan ke ranjang dorong dan dibawa ke ruang pemeriksaan. Hyukjae dan Faith berjalan di belakangnya, sementara Taeyong dan Siwon mengurus semua prosedur administrasi.


Salah satu penerjemah rumah sakit sudah berdiri di samping dokter yang akan memeriksa kondisi Melody. Dokter tersebut membaca laporan dari klinik di Toshima sebelum mulai berbicara. "Kondisinya stabil, tapi kami perlu melakukan serangkaian pemeriksaan lebih lanjut. Jika benar dia adalah korban kecelakaan, maka ada kemungkinan besar tubuhnya mengalami trauma yang belum terdeteksi. Kami akan melakukan CT scan dan beberapa tes lainnya untuk memastikannya."


Hyukjae mengangguk tanpa ragu. "Lakukan apa pun yang perlu dilakukan. Aku hanya ingin dia pulih."


Faith menunduk, menggigit bibirnya untuk menahan emosi. Taeyong merangkulnya, memberi kehangatan dan ketenangan.


Siwon mendekati Hyukjae, menepuk bahunya pelan. "Sebaiknya kita istirahat sebentar. Biarkan dokter melakukan tugas mereka."


Namun, Hyukjae menggeleng. "Aku tidak bisa pergi. Aku harus ada di sini."


Faith ikut menggeleng. "Aku juga."


Melihat keteguhan mereka, Siwon tidak memaksa. Akhirnya, mereka menunggu di luar ruangan pemeriksaan, duduk di kursi yang terasa lebih keras dari seharusnya. Waktu berlalu dengan lambat, dan setiap menit terasa seperti siksaan.


Unmei no Akai ItoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang