Good to Good Bye

71 15 1
                                        

Kabar pertemuan Taeyong dan Renjun menyebar dengan cepat, seolah angin sendiri yang membawanya ke setiap sudut rumah sakit. Keriuhan yang semula memenuhi kamar rawat Melody kini berpindah ke tempat lain—ke kamar rawat Sunghoon, di mana para anggota Super Junior berkumpul, melontarkan berbagai pertanyaan tanpa jeda.



"Bagaimana kondisimu?"


"Kemana saja kau selama ini?"


"Apa yang sebenarnya terjadi?"



Seakan-akan mereka lupa bahwa masih ada dua orang lain di ruangan itu—dua sosok yang duduk di atas kursi roda dengan ruang gerak terbatas. Sunghoon mengamati keramaian itu dalam diam, sebelum akhirnya tatapannya bertemu dengan Melody. Tanpa perlu kata-kata, mereka saling mengerti.


Dengan gerakan perlahan, keduanya mulai menggerakkan kursi roda mereka, meninggalkan ruangan yang semakin riuh. Langkah mereka terhenti di dekat taman—tempat yang sama di mana sebelumnya Sunghoon duduk bersama Renjun, menatap matahari terbenam dalam kebisuan yang penuh arti.



Melody menyandarkan tubuhnya di kursi roda, tersenyum jahil sebelum akhirnya berkata, "Jadi, bagaimana? Aku kelihatan lebih cantik, kan, dalam wujud asliku?"


Sunghoon hanya menatapnya datar, ekspresinya penuh kejengahan.


Melody, bukannya menyerah, justru semakin bersemangat. "Ayo, akui saja. Aku lebih cantik sekarang, kan?" tanyanya lagi, kali ini dengan nada yang dibuat manja.


Sunghoon menghela napas panjang sebelum akhirnya menjawab, "Tidak."


Melody mengerjapkan mata, seakan tak percaya dengan jawabannya. "Apa?"


Sunghoon menoleh padanya dan dengan nada setenang mungkin berkata, "Malah sekarang kau lebih jelek dari sebelumnya."


Mulut Melody menganga. "Ya ampun, kau ini!" Dia merengut kesal, tangannya terangkat seperti ingin melempar sesuatu ke arah Sunghoon. "Kau terlalu lama tidur, makanya tidak tahu mana perempuan yang benar-benar cantik!"


Sunghoon hanya mengangkat bahu santai. "Atau mungkin selera cantikku lebih tinggi daripada yang kau pikir."


Melody mendengus, sementara Sunghoon hanya terkekeh pelan, menikmati bagaimana raut kesal Melody semakin menjadi-jadi.


Melody akhirnya menghela napas panjang sebelum bertanya, "Bagaimana kondisi Kaoru?"


Sunghoon menoleh sebentar, lalu menjawab dengan tenang, "Renjun Hyung bilang dia baik-baik saja. Setelah kejadian malam itu, ketika kita kembali ke raga masing-masing, Renjun Hyung langsung membawanya ke rumah sakit ini juga untuk diperiksa."


Melody menatap Sunghoon penuh harap. "Lalu? Dia masih di sini?"


Sunghoon menggeleng pelan. "Tidak. Dia hanya menginap semalam dan langsung pulang setelahnya."


Mendengar itu, Melody kembali merengut. Ada perasaan kecewa yang tak bisa ia sembunyikan. Ia benar-benar ingin bertemu dengan Kaoru. Ada begitu banyak hal yang ingin ia katakan—rasa terima kasihnya, rasa bersalahnya, dan keinginannya agar mereka bisa menjadi teman.


Sunghoon, yang melihat ekspresi Melody, hanya mendesah pelan. "Tidak usah berlebihan begitu. Kau masih bisa bertemu dengannya setelah kau keluar dari rumah sakit."


"Tapi tetap saja..." Melody menggigit bibirnya, matanya menerawang.


Sunghoon mengangkat alis. "Kau memang menyebalkan, tapi aku yakin Kaoru tidak akan menolak berteman denganmu."


Unmei no Akai ItoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang