Di malam hari ini Faren yang sedang mengendarai motornya tengah berhenti ketika lampu lalu lintas berubah warna menjadi merah, ia menoleh ke sekitar memperhatikan mobil-mobil dan motor yang berlalu lalang. Faren baru saja hendak pulang ke rumah, tadi sepulang sekolah ia langsung pergi bermain dan berkumpul bersama teman-temannya, tentu saja sudah mendapat izin dari bundanya, dan kini ia akan pulang karena sudah malam.
Lampu lalu lintas berubah hijau saat mata Faren menangkap seorang perempuan yang ditampar oleh seorang laki-laki di taman dekat lampu merah, Faren mengenali perempuan itu, keningnya mengernyit, "Bella," gumamnya.
TINNNNN
Suara klakson mobil membuat Faren terkejut, ia segera menepikan motornya dan menghampiri apa yang ia lihat.
"LO TUH HARUSNYA SADAR DIRI, LO GA ADA BEDANYA SAMA GUE!"
Langkah Faren berhenti saat jaraknya dengan Bella dan seorang laki-laki yang tak ia kenal itu lumayan dekat, Faren kembali mengernyit dalam ketika laki-laki itu memukul Bella dan Bella hanya diam dengan menangis. Drama indosiar macam apa ini?
Laki-laki itu menjambak Bella dan mencengkeram dagunya, "EMANG KENAPA KALAU GUE SELINGKUH SAMA KAKAK LO, HAH?! DIA LEBIH BAIK DARIPADA LO. LAGIAN LO JUGA SERINGKALI MAIN COWOK KAN!"
Mata Faren menatap tajam laki-laki itu yang terus berbuat kasar dengan Bella, Faren tak menyangka ada laki-laki yang sangat menjijikan sepertinya sampai memukul perempuan di tempat umum seperti ini.
Faren berjalan mendekat lalu mendorong dada laki-laki itu, "Perempuan Man, kasar banget. Adu tonjok sama gue aja sini." kata Faren dengan menatap laki-laki di depannya.
"SIAPA LO?! GA USAH IKUT CAMPUR! INI URUSAN GUE SAMA LONTE ITU!" laki-laki itu menunjuk Bella yang sudah terisak di belakang Faren dengan menunduk. "Ohh atau lo salah satu clientnya dia? iya?" tanyanya sembari terkekeh sinis membuat Faren terus menatap laki-laki itu lekat.
"Asal lo tau aja, ni cewe suka keluar masuk club ngelayanin para om-om buat dapetin duitnya, ni Lonte-"
Faren memukul mulut laki-laki itu tanpa memunggunya selesai berbicara, "Lo kebanyakan omong anjing! Lo kaya banci sadar ngga hah?! Mukul cewe di tempat umum kaya gini, cihh!" Faren berdecih sinis, "Potong aja tuh burung! Malu-maluin," maki Faren.
Untungnya hari ini ia sedang lelah dan malas untuk bertengkar, kalau tidak, sudah dipastikan jika ia akan menghabisi laki-laki di depannya ini.
"Lo beruntung karena gue lagi males ribut, tapi kalo sampe sekali lagi gue liat lo mukul dia, gue habisin lo!" ancam Faren tajam lalu berbalik dan melihat Bella yang menunduk.
Faren menggandeng tangan Bella dan membawanya menuju motornya yang terparkir di pinggir jalan. Faren juga melepas jaketnya dan memasangkannya pada tubuh Bella tanpa berkata apapun. Bella yang hanya memakai celana panjang dan kaos lengan pendek berwarna biru itu pun menerima jaket yang Faren pasangkan pada tubuhnya.
Ini kedua kalinya Bella mendapat jaket dari Faren, bahkan jaket Faren yang kemarin juga diberikan padanya dan belum Bella kembalikan.
Faren naik lebih dulu ke atas motornya, "Naik," suruh Faren pada Bella.
Tak ada alasan untuk Bella menolaknya, jadi ia menurut, ia menaiki motor Faren dengan bertumpu pada pundak Faren. Setelah berhasil naik Bella berpegangan dengan cara mencengkeram seragam Faren di bagian pinggang.
Sebelum melajukan motornya, Faren memastikan Bella sudah siap untuk ia bawa pergi, barulah Faren membawanya meninggalkan taman.
Di perjalanan tak ada percakapan apapun, Bella maupun Faren sama-sama bungkam. Bella hanya diam dengan air mata yang terus mengalir memikirkan laki-laki di taman tadi yang tak lain adalah kekasihnya sendiri. Dia adalah Arga, kekasihnya selama setahun ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
FABEL {ON GOING}
Teen Fictionkisah tentang seorang laki-laki yang memiliki iris mata tajam, wajah tampan, kaya raya, otak pintar dan populer. hidupnya sangat sempurna karena dia adalah sosok tokoh utama dalam cerita ini. DEAN FAREN ALFAHRI, itulah nama yang diberikan padanya s...
