54. Stephusband

447 21 2
                                        

Hidup sendiri memang terlihat lebih menenangkan, tidak ada aturan yang harus kita ikuti, tidak perlu merasa tidak nyaman atau sungkan karena orang lain, bisa bersikap bebas tanpa harus memikirkan perasaan orang terdekat, dan tidak banyak masalah atau perdebatan.

Namun terkadang, kesepian itu tak bisa dihindari, rasa ingin diurus, didengar, dimengerti, itu pasti selalu ada.

Manusia memang cenderung begitu, tidak pernah bersyukur atau merasa cukup akan apa yang sudah ditakdirkan bagi mereka. Orang yang hidup dikelilingi banyak orang, akan merasa jika hidup sendiri itu lebih baik dan menenangkan. Tapi orang yang hidup sendiri, akan merasa jika hidup bersama orang terdekat itu lebih menyenangkan, juga lebih mudah dalam melakukan apapun karena tak harus melakukan semuanya sendirian lagi.

Contohnya Kania, kemarin saat Damar hampir selalu menempel padanya, ia ingin Damar menjauh, tidak terlalu berlebihan kepadanya seperti menjemputnya, mengantarnya pulang, atau memasakkannya. Tapi hari ini, saat Damar hampir seharian tak mengganggunya, Kania justru merasa kehilangan.

Pagi-pagi sekali biasanya Damar sudah bertengger di atas motornya di depan rumah Kania untuk mengantarnya bekerja, tapi tadi pagi tidak, Kania berangkat naik ojek online sendiri. Saat siang, Damar tak mengantarkan makanan seperti biasa, padahal Kania sengaja tidak membeli makanan karena menunggu makanan dari Damar, tapi sampai jam pulang kerja, perut Kania kosong yang artinya makanan dari Damar tak ia dapatkan. Bahkan saat pulang kerja, Damar juga tidak menjemputnya, ia kembali harus pulang sendiri, hari ini tanpa Bunga, coklat, ataupun permen seperti biasa.

Tak ada pesan atau telpon dari Damar seharian, lelaki itu seperti menghilang setelah kemarin diomeli Kania. Sebenarnya Kania sudah ingin mengiriminya pesan sekedar meminta maaf atau bertanya ia ada di mana karena ia merasa jika Damar seperti ini mungkin karena tersinggung dengan ucapannya kemarin, tapi gengsi Kania terlalu tinggi untuk melakukan itu, jadi saat Damar diam, ia juga diam.

Padahal beberapa hari lalu hidupnya terlihat lebih mudah dan membaik, ada seseorang yang menemaninya tidur, mendengar keluh kesahnya, dan memperhatikannya, tapi sepertinya hari ini ia harus kembali ke kehidupannya yang sendirian seperti sebelumnya.

Melakukan semuanya sendiri meskipun agak kesulitan, seperti saat ini, akibat menunggu makanan dari Damar, Kania sampai kelaparan karena tidak makan seharian. Jadi beberapa menit lalu ia mencoba memasak melalui tutorial dari youtube.

Tapi semuanya gagal karena Kania yang sama sekali tidak pernah memasak. Sejak kecil hidup enak dilayani oleh pembantu membuatnya tak pernah menginjak dapur, bahkan hanya sekedar memegang pisau. Hidup dengan suaminya pun mengandalkan makanan yang dipesan secara online, atau terkadang suaminya yang memasak meskipun hanya memasak nasi, karena lauknya tetap beli di warung masakan padang. Itu membuat Kania sama sekali tak memiliki keahlian untuk mengurus dapur.

Menanak nasi, gosong. Menggoreng telur, gagal karena tangannya terkena minyak, bahkan mau mengiris buah apel yang ada di kulkas pun gagal karena tangannya terkena pisau.

Kania ingin menangis rasanya, ia tak berniat memasak tadi, tapi saat memesan makanan online, tak ada yang mau menerima pesanannya, kalaupun ada, harganya mahal sekali, bahkan harga ongkir lebih mahal daripada harga makanannya sendiri, sedangkan untuk memasak ia tak bisa. Sepertinya hari ini adalah hari sialnya.

Saat akhirnya Kania ingin menyerah dan tidur dengan perut kosong, pintu rumahnya diketuk oleh seseorang membuat Kania segera membukanya karena berharap Damar yang datang.

Setelah kesialan yang terjadi padanya selama hampir seharian penuh ini, akhirnya kali ini Kania beruntung karena harapannya terkabul, yang datang benar Damar dengan membawa dua kantung kresek besar yang kania tak tau apa isinya.

FABEL {ON GOING}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang