46. Paralyzed And Blind

561 18 5
                                        

   "Lo ga bisa tutup mata atas kesalahan Bella cuma karena dia pacar lo Ren. Inget, yang salah tetap salah, di sini udah jelas Bella yang salah, rekaman cctv juga nunjukin jelas kalo Bella dorong Nina. Jangan jadi bego cuma karena cinta." kata Damar dengan menatap Faren sedikit kecewa.

   Albara sudah menunjukkan hasil rekaman cctv di tangga pada Faren, Damar dan Arya pun ikut melihatnya. Namun Faren masih mengelak jika Bella salah, ia terlampau percaya pada Bella, bagaimanapun Faren paling tau bagaimana Bella.

   "Di situ nunjukin sebelum Bella dorong Nina, mereka terlibat perselisihan, Bella ga mungkin dorong Nina gitu aja Mar. Pasti ada faktor kenapa Bella sampai lakuin itu." Faren masih mencari pembelaan untuk Bella.

   "Gue ngerti maksud lo Ren, tapi apapun alasannya, dorong Nina sampe dia jatuh dari tangga separah ini ga bisa dibenerin." Arya menimpali.

   Faren memejamkan matanya dengan mengepalkan tangannya, tidak. Bella tidak mungkin melakukan itu dengan sengaja. Tapi Nina termasuk orang berpengaruh dengan kekuasaan yang orangtuanya punya. Bahkan keluarga Nina juga termasuk kolega Faren dalam dunia bisnis. Jika Nina sampai menuntut ini, sudah jelas Bella akan kalah, jika ia membela Bella sekalipun, belum tentu Bella masih bisa lepas dengan adanya bukti cctv itu.

  "Bar, kali ini gue minta tolong sama lo, lo bisa hapus rekaman cctv ini sekaligus semua copyannya? Bersihin bukti-bukti ini." kata Faren yang langsung mendapat bogeman dari Damar.

  Damar terpancing emosi, ini kali pertamanya ia berani memukul Faren. Selama ini diantara mereka bertiga, Faren lah yang paling bijaksana. Meskipun mereka nakal, Faren selalu dapat bertanggung jawab dan membantu Damar maupun Arya agar mereka tidak mendapat masalah. Didikan Derren sangat berhasil membangun jiwa gentelman Faren yang bertanggung jawab dan jujur. Tapi kali ini Faren justru bersikap bodoh seperti ini hanya karena Bella.

  "Yang salah tetep salah anjing! Di situ Bella jelas-jelas salah!" kata Damar sengit membuat Arya segera menahannya.

   Faren menatap Damar, ia mengusap sudut bibirnya setelah menjadi sasaran tinju Damar, "Gue tau. Tapi Bella ga salah."

  "Lo buta hah?! Bella jelas-jelas dorong Nina, anjing!"

   Arya mendorong Damar agar menjauh dari Faren, "Tenangin diri lo Mar, lo apa-apaan sih hah?! Ini rumah sakit. Malu diliatin orang." Arya menatap sekitar yang banyak lalu lalang orang mulai menatap mereka.

    Keempat remaja lelaki itu berada di luar rumah sakit, sedangkan Bella berada di depan ruang IGD untuk menunggu Nina. Faren sengaja tak membicarakan ini di depan Bella karena wanita itu masih shock dan menangis. Ia tak mau membuat Bella semakin kacau jika mendengar teman-temannya memojokkan Bella.

  "Pengecut lo Ren! Bajingan! Lo yang selalu ajarin kita buat berani bertanggung jawab sama apa yang udah kita perbuat, tapi giliran Bella yang harus bertanggung jawab lo malah mau hapus bukti biar Bella ga keliatan salah! Anjing lo!" Damar kesal sendiri dengan sikap Faren yang tidak tegas ini.

  Namun Faren tak peduli, ia tau sikapnya ini tidak benar, namun ia lebih tidak mau jika Bella sampai terkena kasus apalagi masuk penjara. Meskipun keluarganya punya tahta lebih tinggi daripada Nina, tapi keluarga Nina juga tak bisa dianggap remeh.

   "Gue mohon Bar, lo hapus rekaman itu." kata Faren.

  "Engga Bar, lo ga boleh dukung yang salah." timpal Damar.

   "Ren, gue hapus bukti ini sekalipun. Keluarga Nina bukan orang sembarangan, mereka tetep bakal bisa nyari celah buat nuntut Bella." balas Albara yang membuat Faren jadi berfikir keras. "Satu-satunya cara nyelametin Bella ya ngomong langsung ke Nina, selesaiin masalahnya dan suruh Nina buat minta ke keluarganya biar masalah ini ga diperpanjang sampe ke jalur hukum." lanjutnya.

FABEL {ON GOING}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang