33. Prepare

724 30 2
                                        

     "Bunda, Bunda ga apa-apa Bun?" tanya Faren panik dengan tergesa-gesa menghampiri Sifa yang sedang duduk di sofa bersama Siska yang membantu mengobatinya.

   Sifa tersenyum menenangkan pada Faren, tapi air matanya masih mengalir, Faren langsung memeluk Bundanya yang dibalas erat oleh Sifa.

    "Bunda gapapa Nak." kata Sifa membuat Faren memejamkan matanya sedikit lega.

    Beberapa saat setelahnya Faren melerai pelukannya, ia melihat luka di leher Sifa, "Sakit Bun?" tanya Faren dan Sifa menggeleng.

    "Kalo Daddy tau pasti Faren kena marah," gumam Faren.

    "Kenapa bisa Gilang jadi semirip itu sama Derren?" tanya Ronald.

   "Teknologi jaman sekarang udah canggih, dokter juga udah pada pinter, ga sulit buat oprasi meniru wajah orang." balas Kana pada papahnya.

    "Kalian bener-bener ga sadar sedikitpun?" giliran Siska yang bertanya.

   "Dari awal sebenernya sikapnya udah aneh, ga kaya Daddy, Faren pikir itu semua karena Daddy marah ke Faren. Tapi Faren lupa kalo Daddy selama ini ga pernah marah sama Faren." Faren mengingat kejadian demi kejadian saat Gilang menyamar menjadi sosok Daddynya.

   "Kamu juga Sif?" Siska menatap Sifa.

   Sifa menghembuskan nafas panjangnya, "Bunda tau kalau dia bukan Daddy kamu sejak dia bawa Ratna dan Cleo ke rumah. Waktu itu Daddy dateng panggil nama Bunda, Kamu tau sendiri Daddy mu itu ga pernah manggil nama Bunda sekalipun. Daddy juga setiap pulang kerja ga pernah lupa cium kening Bunda dan peluk Bunda. Bunda istrinya, sedikit aja ada yang beda dari suami Bunda, Bunda pasti tau. Itu kenapa Bunda ga pernah lagi mau tidur di kamar dan lebih pilih tidur di kamar kamu, Bunda ga mungkin tidur sama laki-laki selain Daddy."

   "Kenapa Bunda ga bilang Faren?" tanya Faren.

    "Kamu tau sendiri, bahkan dinding rumah kita punya mata dan telinga. Kalo dia udah masuk ke rumah kita sebagai Daddy, semua hal itu udah diambil alih sama dia, kalo Bunda bilang, Bunda bakal bahayain nyawa kalian tanpa persiapan apapun. Bunda cuma lagi nyari momen yang tepat buat kasih tau semua itu biar kamu ga celaka, tapi Bunda ga tau kalau kamu tiba-tiba sadar. Waktu Bunda tau kalau dia bukan Daddy, Bunda langsung liat keadaan rumah, Gilang ga akan masuk rumah tanpa persiapan, dia dateng bawa orang-orangnya. Kalau Bunda tiba-tiba kasih tau kamu dan kamu marah, hal kaya tadi yang bakal terjadi, atau mungkin lebih parah. Untungnya Kana datang tepat waktu." jelas Sifa.

    "Kamu tau dari mana Nak?" tanya Sifa pada Kana.

   "Refa telpon, tapi pas Kana angkat Kana cuma denger Faren lagi adu mulut. Kana langsung paham situasi dan kesana." ujar Kana dengan menarik tangan Refa ke dekatnya, gadis itu hanya tersenyum menatap yang lain.

    "Kalo dia Gilang, Derren yang asli kemana?" tanya Ronald.

    "Masih di New York, disekap Gilang." jawab Sifa dengan menunduk.

   "Lo tau dari mana Sif?" Ronald bertanya lagi.

   "Algara yang ngasih tau." jawab Sifa membuat Faren tertawa hambar.

   "Mafia kelas dunia kaya dia ga bisa selametin Daddy? Kocak." ujar Faren berdecih sinis. "Ngaku-ngaku doang dia kalo dia hebat, kerjaannya bikin ribet orang doang."

   "Dia bukan ga selametin Daddy, selama ini dia juga berusaha buat cari Daddy dan cari cara gimana buat bebasin dia. Algara udah tau di mana lokasi tepatnya, dan dia lagi bikin persiapan di kawasan sana buat nyerang Gilang sama yang lain." jelas Sifa guna menenangkan anaknya.

    "Tau, yang harus diurus sama Algara kan juga banyak, ga cuma masalah ini. Dia juga harus lindungi orang-orang dibawahnya yang lain biar kasus ini ga sampe bikin rata orang yang ada di kubu Algara, sedangkan orang di kubu Algara itu lebih dari seratus orang, bayangin gimana dia harus ngelindungi ratusan orang itu sebagai pemimpin, dia mikirin sama nanganin itu sendiri, di lain sisi dia juga punya pekerjaan yang ga bisa ditinggal, lo tau sendiri ngurus satu perusahaan aja susahnya kaya apa, sedangkan kerjaan Algara lebih dari sekedar ngurus perusahaan. Banyak bisnis yang dia punya. Sedangkan lo di sini cuma tau ngomel, disuruh bikin perlawanan dari awal malah sibuk pacaran. Yang harus disalahin itu lo, bukan Algara." omel Kana.

FABEL {ON GOING}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang