21. Will Me Be Happy?

885 33 4
                                        

Komen di setiap paragraf dong biar lusyuu😘

••***••
Happy Reading
••***••

Awan biru bercampur putih yang cerah kini mulai berubah menjadi gelap. Hari sudah mulai malam, namun kedua anak manusia berbeda gender itu masih betah berada di tepi danau yang sepi.

"Bella." panggil Faren dari arah belakang dengan membawa dua kantong kresek besar berwarna putih.

Perempuan yang dipanggil itu menoleh, seorang gadis cantik yang memiliki surai panjang yang halus itu tersenyum ke arah Faren. Ia tengah duduk di tepi danau dengan kedua kaki yang dicelupkan ke dalamnya.

Faren menghampiri gadis itu dan duduk bersila tepat di sampingnya.

"Kok banyak banget Kak makanannya?" tanya Bella heran.

"Yang ini makanan." Faren mengangkat salah satu kresek yang dibawanya, "Yang ini cemilan." ujar Faren lagi dengan menunjukkan kantung kresek yang lain.

"Biasanya cewe kalo lagi sedih suka makan banyak, Adik gue gitu soalnya. Jadi gue beli cemilan sama makanan." ujar Faren membuat Bella tersenyum senang.

"Bener kata Adik kamu." kata Bella lalu membuka satu kantung kresek yang berisi cemilan untuk melihat apa yang Faren beli.

Tadi setelah mereka membicarakan banyak hal. Faren sempat mengajak Bella untuk pulang karena hari sudah mulai gelap, namun Bella menolak karna masih betah dengan suasana danau, ia masih ingin lebih lama di sini. Berakhirlah Faren berinisiatif untuk membeli makanan karna tau jika Bella belum makan sejak pagi.

Saat membeli cemilan Bella tidak mau ikut dengannya, katanya ingin menunggu Faren saja dengan bermain air danau. Jadilah Faren membelinya sendiri.

Tangan Bella meraih satu bungkus stik coklat dan memperlihatkannya di depan Faren, "Aku mau ini ya?" minta Bella.

"Buat lo semua, gue ga suka jajan." ujar Faren membuat Bella kembali tersenyum dan membuka bungkus stik coklat itu.

Baru saja tangannya hendak mengambil satu batang stik coklat itu dari bungkusnya. Tapi Faren sudah merampasnya membuat Bella terkejut dengan menatap Faren.

"Makan dulu, ini buat nanti." kata Faren dengan memberikan satu bungkus sate ayam dan sekotak ayam geprek sekaligus nasinya.

Bella tak protes, ia menurut dan memilih melakukan apa yang Faren katakan membuat Faren tersenyum senang. Mata sembab dan bibir hampir manyun itu sangat memperlihatkan jika Bella baru saja selesai menangis setelah berjam-jam lamanya air mata itu keluar dari mata indah Bella. Sialnya dengan wajah yang selesai menangis itupun Bella sama sekali tidak terlihat jelek, justru terlihat semakin menggemaskan.

Tak ingin terus tenggelam dalam pesona Bella, Faren pun ikut memakan makanannya yang sama dengan milik Bella. Satu bungkus sate ayam dengan sekotak ayam geprek plus nasinya.

"Makasih ya Kak." ucap Bella membuat Faren berdeham pelan untuk menjawabnya.

"Kak." panggil Bella lagi membuat Faren menatapnya, menunggu apa yang mau Bella bicarakan.

"Itu ada rumah pohon, boleh ke situ nggak?" tanya Bella dengan menunjuk pohon besar yang terdapat sebuah bangunan kecil dari kayu yang membentuk rumah dengan tangga gantung di bawahnya. Pohon besar yang rindang dengan rumah pohon yang terlihat sangat indah sungguh menarik perhatian Bella.

Faren melihatnya, "Abis ini kita ke sana." jawab Faren membuat Bella senang. Ia langsung cepat-cepat memakan makanannya. Sedari Faren meninggalkannya untuk membeli makanan tadi. Bella baru sadar jika ada rumah pohon di dekat danau ini. Sejak pertama kali melihatnya, Bella sudah merasa tertarik dan penasaran untuk melihatnya karena rumah pohon itu terlihat sangat cantik.

FABEL {ON GOING}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang