Suara musik berdentum keras memekakkan telinga, club malam menjadi pilihan Faren untuk melampiaskan semua yang terjadi padanya hari ini. minum alkohol, menikmati setiap tegukan, merasakan air memabukkan itu mengaliri tenggorokannya yang menimbulkan sensasi nikmat dan ingin terus meminumnya.
Tempat yang tidak pernah sepi pengunjung itu terlihat sangat ramai dan berisik, para perempuan sedang sibuk melenggak-lenggokkan badannya guna mencari perhatian laki-laki, para laki-laki pun menikmati pemandangan itu dengan alkohol di tangannya masing-masing.
"Ren udah Ren, lo udah mabuk," kata Arya dengan menahan tangan Faren yang hendak menuangkan alkohol ke dalam gelasnya lagi, untuk yang kesekian kalinya.
Kepala Faren menoleh guna melihat Arya, Arya yang mendapati tatapan tajam dari Faren pun segera menyingkirkan tangannya lagi, tak mau menahan Faren.
"Biarin aja Ya, lagi ada masalah." kata Damar berusaha memaklumi.
Ini kali pertamanya mereka melihat seorang Faren sehancur ini, terlihat jika dia sangat lelah dan frustasi. Memiliki keluarga cemara yang lengkap dan jalan hidup yang mulus membuat Faren tak pernah merasa sedih atau kurang, Faren sudah memiliki semua yang ingin orang lain dapatkan. Harta, cinta, dan kasih sayang orangtua, keluarga yang lengkap, rumah yang nyaman, semuanya sudah Faren dapatkan. Bahkan hal itu kerap membuat dua temannya, Damar dan Arya merasa iri pada Faren karena hanya Faren yang tak memiliki masalah dalam hidupnya. Namun kembali lagi, tak ada manusia yang benar-benar sempurna, tak ada jalan hidup yang benar-benar mulus tanpa masalah.
Ini adalah awal keretakan kesempurnaan seorang Faren, hidup yang dulunya tak pernah mendapat masalah besar kini ia jadi hancur karena cinta, cinta pertamanya. Keluarga utuh yang penuh kasih sayang itu kini mulai cacat, rumah nyaman yang hangat itu mulai dingin. Hal yang Faren miliki mulai hilang satu persatu membuat sosok Faren tak lagi sempurna.
"Pesen dua botol lagi." suruh Faren dengan mata fokus menatap isi gelas berkaki di tangannya yang sudah kosong itu.
Damar pun beranjak menuju bartender guna memesan minuman lagi seperti yang Faren inginkan, tak lama setelah itu Damar kembali dengan dua botol vodka di tangannya.
Faren tak pernah minum sebanyak ini sebelumnya, sudah tiga botol habis dia teguk sendiri, dan kini memesan dua lagi. Biasanya Faren minum tak sampai satu botol, ia pun memilih minuman dengan kadar alkohol yang tak terlalu tinggi. Namun sepertinya malam ini Faren sangat kacau hingga terus minum padahal kesadarannya sudah tinggal lima puluh persen.
Kembali Faren teguk alkohol itu, kali ini langsung dari botolnya. Sedangkan Arya dan Damar yang setia menemani dan menjaga Faren melihat hal itu dengan pandangan tak menyangka.
"Dia ga pernah dapet masalah, makanya sekalinya dapet masalah langsung kaya gini," kata Damar.
"Apalagi hubungan sama keluarganya terjalin baik banget, hidupnya keliatan selalu tenang dan bahagia, sekarang jadi kaya gue." balas Arya membuat Damar terkekeh pelan dan menepuk punggungnya.
"Adu nasib mulu Bang."
Kepala Faren jatuh ke sandaran sofa dengan mata terpejam, tangan yang memegang botol alkohol itu lemas, sepertinya Faren sudah teler.
Damar pun menghampiri Faren, "Ren, ayo pulang, lo udah teler."
Faren tertawa tanpa membuka matanya, "Gue di usir hahaha, gimana mau pulang?" tanyanya lalu memasang wajah sedih.
"Mau nginep di rumah gue aja?" tawar Damar dan Faren diam, tak membalas lagi.
Arya pun beranjak dari duduknya, "Ayo kita bawa pulang aja, udah mabuk berat itu dia." kata Arya dengan langsung mengambil satu tangan Faren untuk ia kalungkan ke pundaknya, namun saat Damar hendak melakukan hal yang sama guna membantu Faren berdiri dan keluar dari tempat ini, Faren justru menepis tangan Damar lalu mendorong Arya.
KAMU SEDANG MEMBACA
FABEL {ON GOING}
Novela Juvenilkisah tentang seorang laki-laki yang memiliki iris mata tajam, wajah tampan, kaya raya, otak pintar dan populer. hidupnya sangat sempurna karena dia adalah sosok tokoh utama dalam cerita ini. DEAN FAREN ALFAHRI, itulah nama yang diberikan padanya s...
