51. Baby Boy

683 12 1
                                        

Damar memang menyukai perempuan cantik, asal dia cantik, buaya darat satu ini akan langsung menggodanya. Tapi kali ini rasanya berbeda, rasanya Damar hanya ingin melihat Kania, tidak tertarik pada hal lain lagi.

    Wanita itu berputar di tengah bunga-bunga yang bermekaran, kepalanya mendongak dengan mata terpejam seolah sedang pamer pada sang matahari jika hari ini dia tengah tersenyum. Melupakan semua yang terjadi dan sakit yang ia alami beberapa saat lalu. Ia kembali menemukan semangat untuk terus hidup.

      "Res, pegang tangan gue." Kania merentangkan tangannya pada Damar yang disambut baik dengan Damar.

" Kania merentangkan tangannya pada Damar yang disambut baik dengan Damar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

    Wajah bahagia Kania terlihat begitu asli, tidak dibuat-buat. Ia benar-benar kelihatan begitu senang.

    Kania mengajak Damar berlarian di kebun bunga, memetik beberapa bunga hingga menjadi bucket kecil yang Kania genggam. Sampai akhirnya mereka duduk di bawah pohon Rindang untuk berteduh karena sudah lelah menyusuri taman bunga yang luas itu.

    Keduanya berbaring di halaman rumput taman tanpa alas itu, nafas mereka ngos-ngosan. Tapi tetap bisa tertawa dengan saling berpandangan.

   "Gue capek banget Res," adu Kania dengan tertawa ringan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

   "Gue capek banget Res," adu Kania dengan tertawa ringan.

    "Gimana engga, lo aktif banget, lari-larian mulu daritadi, beneran kaya bocah baru diajak ke Playground."

    Kania tertawa geli, "Gue seneng banget soalnya, tempatnya bagus, bener-bener bikin gue lupa sama semua beban hidup gue kalo di sini, suasananya enak."

    Sudah hampir sebulan rasanya ia larut dalam kesedihan, hingga akhirnya bertemu Damar dan mengembalikan senyumnya yang pernah hilang.

    "Lo udah ajak berapa cewe ke sini?" tanya Kania dengan mengambil satu lengan Damar untuk ia jadikan bantalan.

     "Gue sebrengsek itu ya di mata lo?" tanya Damar membuat Kania terbahak.

   "Muka lo kriminal banget."

    Satu lengannya lagi Damar gunakan untuk menompang kepalanya, ia melihat ke atas, ke langit yang ditutupi pohon dan ranting yang lebat hingga tak terlihat.

FABEL {ON GOING}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang