"Makasih ya Kak Bella, aku seneng banget deh!" Refa berucap antusias melihat semua barang-barang yang Bella belikan untuknya.
Faren dan keluarganya sedang berkumpul di ruang tengah, begitupun dengan Bella. Mereka sedang unboxing barang yang Bella bawa dari New York.
Senyuman Refa langsung luntur kala mendapat sentilan di keningnya dari sang Abang, "Lain kali jangan kamu minta ke Bella beliin ini itu, dia pacar Abang, bukan agen jastip barang. Kamu pikir Abang ajak Bella ke New York biar bisa belanjain kamu apa," kata Faren dengan mengambil tempat duduk di samping Kanan Bella.
"Iiihhh Abang apa sih, orang Kak Bellanya juga ga kenapa-napa."
Sifa menggelengkan kepalanya heran, kedua adik kakak itu jika sudah bertemu tak akan pernah lupa untuk berdebat, "Udah Faren, kamu gangguin adik kamu terus."
"Kok aku sih? Bunda marahin dia lah, udah nakal, nyusahin pacar aku lagi."
Bella menyahut, "Aku gapapa kok Kak, cuma gitu doang, engga nyusahin."
Refa lantas menjulurkan lidahnya pada Faren, "Kak Bella kan sayang sama aku."
"Dih, kata siapa? PD banget gila," Faren menatap Refa dengan bergidik yang membuat Refa berhasil terpancing tidak terima.
"Iihhh ya kan Kak Bella? Kamu sayang aku kan?"
Bella sudah jelas ada di kubu Refa, "Iyalah, ga mungkin engga."
Sekali lagi Refa meledek Faren yang akhirnya diabaikan lelaki itu.
"Dasar nyebelin." ledek Refa
"Dasar jelek." balas Faren.
"Iiiihh Abang! Bunda masa dia bilang aku jelek," Refa mengadu, ia menunjuk Faren.
"Emang jelek."
"Abang yang jelek!"
"Kamu lah."
"Abang!"
Baru saja Faren hendak membalas lagi, tapi pahanya dipukul oleh Bella, "Jangan gituin adik kamu." katanya.
Refa sudah kegirangan karena didukung oleh Bella, sedang Faren mendengus.
"Kalo ke Kak Bella aja, ga berani, giliran ke aku jahat banget," gerutu Refa, "Emang Abang tuh ga sayang aku, lebih sayang Kak Bella."
"Emang." balas Faren cepat dengan balas meledek Refa, ia menjulurkan lidahnya.
"Iiihhh, kalo aku sama Kak Bella dalam bahaya, Kak Faren pilih siapa?"
"Bella lah, jelas."
"Aaaa Bunda! Denger tuh Abangnya kaya gitu masa!" Refa merengek.
"Biar Abang aja yang kita jatuhin ke jurang nanti ya," balas Sifa membuat Refa senang.
Setelah mereka selesai berdebat akhirnya, Sifa mengambil tempat duduk di samping Bella, "Makasih ya Nak, udah bawain Bunda oleh-oleh juga."
KAMU SEDANG MEMBACA
FABEL {ON GOING}
Genç Kurgukisah tentang seorang laki-laki yang memiliki iris mata tajam, wajah tampan, kaya raya, otak pintar dan populer. hidupnya sangat sempurna karena dia adalah sosok tokoh utama dalam cerita ini. DEAN FAREN ALFAHRI, itulah nama yang diberikan padanya s...
