Jam yang menempel di dinding menunjukkan pukul lima sore, langit seharusnya berwarna jingga saat ini, namun hujan justru datang membuat awan gelap berkumpul membawa angin dingin yang menembus kulit.
Meski begitu, Bella tidak kedinginan karena ia berada dalam dekapan hangat Faren. Dalam posisi yang sama seperti terakhir kali mereka melakukan sex. Bella masih berada di pangkuan Faren dengan bagian bawah yang masih menyatu. Kepala Faren menunduk melihat Bella yang anteng di pangkuannya sembari memejamkan mata, tangannya tak berhenti mengelus kepala Bella. Wajah indah Bella terlihat tenang, nafasnya teratur, dalam keadaan berantakan seperti ini wanita itu tetap mampu membuat Faren terpikat.
"Sayang." panggil Faren lembut dengan membelai pipinya.
Mata yang dihiasi bulu lentik itu terbuka, Bella sedikit mendongak pada Faren dengan mata sayunya.
Tak tega rasanya Faren mengganggu Bella yang sedang nyaman, namun ia tetap harus membangunkannya, "Bangun, kita pulang." ajak Faren.
Bella menegakkan tubuhnya, "Baju kita kotor, gimana mau keluar dari sini?" tanya Bella.
Faren berdiri dengan menggendong Bella, ia membawa Bella menuju ke kamar mandi yang ada di dalam ruang kerjanya ini. Bella didudukkan di wastafel dan Faren melepas penyatuan mereka. Bella melihatnya lalu menatap Faren yang sedang merapihkan celananya.
"Kamu mandi dulu, aku ambilin baju buat kamu." kata Faren dengan mengecup bibir Bella.
Saat Faren hendak keluar dari kamar mandi, Bella menahan lengannya, "Kamu juga mandi, kotor." kata Bella dengan melirik pakaian Faren yang terkena cairannya tadi.
Faren tersenyum lembut, "Iya Sayang, kamu dulu sambil tunggu aku ambil baju." katanya yang diangguki Bella. Setelah itu Faren benar-benar keluar dari kamar mandi dan Bella mulai membersihkan dirinya.
Faren membuka pintu ruang kerjanya dan menemukan dua paper bag sudah berada di lantai, sebelumnya Faren sudah meminta dua setel pakaian santai untuknya dan Bella pada salah satu karyawannya. Faren mengecek isi paper bag itu terlebih dulu sebelum akhirnya membawanya masuk.
Ruangan Faren terlihat kacau, di atas meja terdapat sisa cairan Bella, berkasnya berserakan di lantai, begitupun dengan tas Bella yang sebelumnya berada di atas meja, kini ikut tergeletak di lantai. Faren akhirnya membersihkan semuanya sendiri karena tak mungkin jika Faren meminta seseorang untuk membersihkan bekas percintaannya dengan Bella.
Bibir Faren tertarik ke atas saat mengelap mejanya yang basah dengan tisu, ia mengingat bagaimana ekspresi Bella saat mereka melakukannya tadi, "So sexy." gumam Faren.
"Kak, aku udah selesai."
Faren menoleh ke pintu kamar mandi, kepala Bella menyembul dari sela pintu membuat Faren segera menghampirinya dengan memberikan pakaian untuk Bella.
"Celana dalam aku juga kotor, ada?" tanya Bella.
"Engga ada, tapi ini dress panjang, ga masalah, toh kita mau pulang." ujar Faren dan Bella mengangguk.
Akhirnya Bella berganti pakaian, dress lengan panjang polos berwarna coklat susu itu melekat sempurna di tubuh Bella, panjangnya mencapai mata kaki. Faren pasti sengaja memberinya pakaian panjang seperti ini, pikir Bella. Dasar posesif.
Selesai berganti baju, Bella keluar dari kamar mandi, terlihat Faren tengah berdiri di samping meja dengan memainkan ponselnya. Bella berinisiatif memeluk Faren dari belakang, kepalanya bersandar pada punggung lebar Faren.
Senyuman di bibir Faren terus tampil saat ia sedang bersama dengan Bella, entah dari tingkah Bella, wajah Bella, atau bahkan tubuh Bella. Faren selalu menyukainya.
KAMU SEDANG MEMBACA
FABEL {ON GOING}
Teen Fictionkisah tentang seorang laki-laki yang memiliki iris mata tajam, wajah tampan, kaya raya, otak pintar dan populer. hidupnya sangat sempurna karena dia adalah sosok tokoh utama dalam cerita ini. DEAN FAREN ALFAHRI, itulah nama yang diberikan padanya s...
