31. Narkoba

795 26 5
                                        

Matahari perlahan mulai naik pertanda pagi sudah tiba. Ayam-ayam sudah berkokok, burung-burung berterbangan dengan berkicau merdu, udara pagi yang terasa segar itu pun mulai berhembus membuat siapapun yang menjalani hari jadi merasa segar dan semangat.

Alarm berbunyi nyaring di kamar apartemen yang ditempati dua manusia sedang tidur dengan berpelukan itu. Bella lebih dulu membuka matanya dan menjulurkan tangan guna meraih alarm yang mengganggu tidurnya untuk segera menghentikan suara berisiknya. Sedangkan Faren tidak terpengaruh sama sekali, lelaki itu hanya mengeliat dan kembali tenang dalam tidurnya.

Mata Bella mengerjap-ngerjap pelan, ia menatap Faren yang masih tidur dengan nyenyak itu. Seketika otaknya mengingat kejadian semalam membuat Bella meringis dengan memegangi kepalanya.

Sadar jika hari ini mereka harus bersekolah, Bella pun tak ingin berlama-lama, ia segera menyingkap selimut dan bangun untuk mandi dan masak.

Sayangnya, suara alarm yang begitu nyaring itu tidak dihiraukan oleh Faren, namun pergerakan pelan Bella mampu mengusik tidur Faren hingga ia membuka mata.

"Sayang." panggil Faren dengan suara seraknya membuat Bella yang duduk di tepi ranjang jadi menoleh.

"Udah siang Kak, kita harus sekolah. Ayo bangun, abis itu mandi." kata Bella.

Satu tangan Faren terulur untuk menggapai tangan Bella dan menggenggamnya, laki-laki itu lalu memejamkan matanya lagi. "Masih ngantuk." gumamnya.

Senyum Bella terukir, ia mengelus kepala Faren lalu berkata, "Ini masih jam lima, kamu boleh tidur lagi tiga puluh menit, nanti aku bangunin." setelahnya Bella mengecup kening Faren membuat Faren tersenyum tanpa membuka matanya.

Akhirnya Bella pun segera pergi ke kamar mandi dan membersihkan dirinya. Butuh waktu lama untuk Bella keluar dari kamar mandi, sekitar dua puluh menit kemudian, pintu kamar mandi terbuka dengan Bella yang sudah memakai seragam dan handuk yang mengikat kepala.

Faren masih asik bergelung dengan selimutnya, membiarkan Bella memasak dan menyiapkan segalanya untuknya. Seperti suami yang memiliki istri, ia tak menghawatirkan apapun karena semuanya pasti terselesaikan.

Bella kembali masuk ke dalam kamar setelah makanan sudah siap dan tertata rapi di atas meja. Gadis itu beralih untuk membangunkan Faren.

Tangan dingin Bella menyentuh permukaan kulit wajah Faren membuat Faren membuka matanya sayu, "Bangun Kak, udah jam enam."

Tak ada jawaban dari Faren, lelaki itu masih diam dengan memandangi wajah Bella. Terlihat segar sekali membuat Faren langsung semangat menjalani hari.

Melihat Faren yang sudah membuka mata membuat Bella hendak beranjak untuk bersiap-siap, namun tangannya segera ditahan Faren hingga Bella mengurungkan niatnya. "Ayo bangun buruan, terus mandi. Aku mau siap-siap."

Tangan Bella ditarik oleh Faren membuat Bella jadi membungkuk dan Faren mengecup bibirnya. "I wanna morning kiss." ucap Faren membuat Bella tersenyum kecil.

Sekali lagi Bella memberi kecupan di sudut bibir Faren, "Udah, sekarang bangun."

Faren pun menurut, ia bangun dan Bella langsung beranjak menuju meja rias untuk mempersiapkan dirinya. Sebelum pergi ke kamar mandi, Faren menelpon salah satu asistennya untuk membawakan seragam sekolahnya.

••***••

"Tas kamu mana Sayang?" tanya Faren pada Bella yang sedang memakai sepatu.

"Ada di kelas, waktu itu aku tinggal." jawab Bella sembari mengikat tali sepatunya.

Faren tak banyak bertanya lagi, ia yang sudah siap itu hanya menatap kekasihnya yang terlihat sangat cantik dan memesona itu.

FABEL {ON GOING}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang