kisah tentang seorang laki-laki yang memiliki iris mata tajam, wajah tampan, kaya raya, otak pintar dan populer. hidupnya sangat sempurna karena dia adalah sosok tokoh utama dalam cerita ini.
DEAN FAREN ALFAHRI, itulah nama yang diberikan padanya s...
Part kali ini bacanya pelan-pelan aja ya, maaf kalau kurang nge feel, emang otakku sedang tida baik-baik saja.
Happy Reading
••***••
Dering ponsel membuat Faren yang masih bergelung dengan selimutnya jadi terpaksa bangun, tangannya meraba meja nakas untuk menerima panggilan itu.
"Hmm?" gumamnya.
"Halo Ren, lo jadi ke markas apa kaga? Lo bilang mau urus Leadernya BLACK MOON." suara Damar menyapa telinga Faren.
Mata Faren terasa sangat berat sekali untuk terbuka, tapi Faren tetap berusaha membukanya, ia melihat jam yang tertera di ponselnya sudah menunjukkan pukul sepuluh siang. "Nanti sorean gue kesana." jawab Faren dengan suara seraknya, kentara sekali jika ia baru bangun tidur.
Setelahnya sambungan telpon terputus, ia menoleh ke samping untuk mencari keberadaan Bella, sepertinya wanita itu bangun lebih dulu dan tidak membangunkannya. Faren pun bangkit dari tempat tidur untuk keluar dari kamar.
Terlihat Bella sedang sibuk berkutat di dapur, sedangkan makanan sudah terhidang rapih di meja. Dari baunya seperti Bella sedang membuat kue.
Daster longgar yang dikenakan Bella mengekspos bahu mulusnya, rambutnya di cepol ke atas dengan beberapa titik keringat yang menghiasi leher belakangnya. Faren tersenyum, ia menyandar pada dinding dengan tangan bersidekap dada. Ia sedang membayangkan jika mereka menikah kelak, Faren pasti akan selalu melihat pemandangan ini.
Karena tak ingin hanya diam menatap Bella dari belakang, Faren pun menghampirinya, memeluknya dari belakang dan mencium bahu putihnya. Bella tersenyum mendapat perlakuan manis Faren, "Mandi dulu Kak," ujar Bella.
"Kamu bangun jam berapa?" tanya Faren, menghiraukan perkataan Bella sebelumnya.
"Jam delapan, emang sekarang jam berapa?"
"Jam sepuluh, kamu tidur bentar banget. Engga cape?"
"Aku juga ga ngapa-ngapain, hari ini juga libur, capek ngapain coba."
Kue yang Bella buat menggugah selera Faren, terlihat sangat cantik dengan hiasan buah-buahan di atasnya. "Banyak banget bikin kue." ujar Faren sembari mencomot satu pie yang ada di loyang.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.