Bel pulang sekolah sudah berbunyi tiga menit yang lalu, Faren berjalan di koridor sekolah dengan memainkan kunci motornya, ia menuju ke kelas Bella untuk menjemput pacarnya itu. Tapi begitu sampai di sana, ia hanya melihat tas Bella dan beberapa siswi yang masih di kelas.
"Eh, Hai Kak Faren." sapa Nina yang baru berdiri dari tempat duduknya, hendak pulang.
"Mana Pacar gue?" tanya Faren padanya.
Nina terlihat berfikir sejenak lalu menjawab, "Enggak tau, engga ada di kelas dari abis jam istirahat terakhir tadi." katanya.
Faren masuk ke kelas dan merapikan beberapa buku Bella yang ada di atas meja, ia memasukkannya ke dalam tas lalu membawa tas itu di sebelah bahunya. "Kalian berdua gatau juga?" tanya Faren pada siswi lainnya.
"Dipanggil Bu Reni ke perpustakaan buat persiapan olimpiade besok." kata salah satu siswi itu membuat Faren mengangguk lalu pergi dari sana.
Nina mengikuti Faren di sebelahnya, berusaha berjalan menyamai langkah kaki Faren yang cepat. "Menurut kamu besok Bella bakal menang atau engga?" tanyanya tiba-tiba.
"Pacar gue pinter, pasti menang." balas Faren tanpa menoleh, bahkan berniat memelankan laju jalannya pun tidak, padahal ia tau jika Nina sangat ngos-ngosan menyamai langkah kakinya yang besar-besar.
"Padahal Bella udah jadi murid beasiswa di sini, apa lagi yang dia kejar sampe ikut olimpiade terus? Dia sibuk banget belajar ya, padahal banyak hal yang bisa dilakuin selain belajar, dia juga jadi ga punya waktu buat hal lain, kaya main atau pacaran sama kamu, waktunya habis buat belajar doang. Waktunya buat kamu pasti sedikit ya?" kata Nina.
Faren berhenti berjalan membuat Nina ikut berhenti, Faren menoleh padanya. "Gue lebih suka cewe pinter yang banyak akalnya, daripada cewe yang banyak omongnya. Gue juga duta olimpiade di sekolah ini kalau lo mau tau, justru kalau Bella ikut olimpiade dia bakal punya banyak waktu sama gue, karena gue yang bimbing dia." kata Faren membuat Nina kicep, Faren tau setiap saat Nina bicara padanya, gadis itu terus berusaha membuat Bella terlihat buruk di matanya yang mana itu sama sekali tidak mempan untuk Faren. "Dan lo, cewe banyak omong. Berenti ngikutin gue." lanjut Faren sinis dan kembali berjalan menuju perpustakaan.
"Aku ga ngikutin kamu kok Kak, orang aku juga mau ketemu Bella." dalih Nina dengan tetap berjalan di sebelah Faren.
Begitu sampai di perpustakaan, Faren melihat Bella tengah duduk berhadapan dengan Arga.
"Loh, Bella kok sama cowo? Bukannya katanya bimbingan sama Bu Reni ya?" gumam Nina dengan suara besar.
Faren menyandarkan tubuhnya di pintu perpustakaan, "Sayang," panggil Faren membuat Bella dan Arga menoleh padanya.
"Kak Faren?"
"Waktunya pulang." ujar Faren membuat Bella merapikan beberapa buku dan alat tulisnya.
"Aku pulang dulu Ga, makasih buat bimbingannya." pamit Bella yang hanya diangguki Arga. Setelahnya Bella menghampiri Faren dan tersenyum ke arahnya.
"Aku ga denger bel pulang, engga tau kalau udah pulang." katanya dengan mengambil tasnya yang dibawa Faren, "Makasih udah ambilin tas aku." katanya.
"Itu siapa Bel? Kamu keliatannya asik banget sama dia ya sampe ga denger bel sekolah." ujar Nina membuat Bella menatapnya.
"Dia anak osis yang ngurusin olimpiade aku, bel sekolah kalo di dalem perpus emang ga kedengeran, itu kenapa disediain jam di sini. Tapi tadi aku ga liat jam." jelas Bella.
Nina hanya mengangguk saja, sedangkan Faren tengah sibuk menatap Arga dengan tajam, Arga hanya balas menatapnya dengan bersidekap dada. Faren menegakkan tubuhnya, ia maju selangkah pada Bella dan memeluknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
FABEL {ON GOING}
Fiksi Remajakisah tentang seorang laki-laki yang memiliki iris mata tajam, wajah tampan, kaya raya, otak pintar dan populer. hidupnya sangat sempurna karena dia adalah sosok tokoh utama dalam cerita ini. DEAN FAREN ALFAHRI, itulah nama yang diberikan padanya s...
