Bella langsung keluar dari kelasnya begitu pelajaran selesai. Namun baru selangkah ia keluar dari kelasnya, tiba-tiba saja tangannya sudah ditarik dengan kasar oleh seorang laki-laki yang sangat familiar baginya.
"Lepas!" sentak Bella dengan menepis tangannya yang dicengkeram oleh orang itu, Bella menatapnya tak suka. "Kamu apa-apaan sih Arga!" marah Bella.
Arga menatap Bella dengan tajam lalu menarik pergelangan tangan Bella lagi, kali ini mencengkeramnya lebih kuat. "Jangan berisik!" sentak Arga lalu menyeret Bella dengan kasar menuju ke arah parkiran.
Entah tangan Bella yang kecil atau tangan Arga yang terlalu kuat mencengkram tangannya, tapi genggaman kuat di pergelangan tangan Bella terasa sangat sakit.
Mata Bella sampai berkaca-kaca, perih rasanya. Entah kenapa di saat seperti ini ia berharap akan kehadiran Faren yang akan menolongnya dan melindunginya, seperti sebelum-sebelumnya.
"Arga sakittt...." Bella terus berusaha melepaskan genggaman tangan Arga darinya. Namun semua itu jelas sia-sia.
BRUGH
Tanpa adanya kelembutan sedikitpun, Arga mendorong Bella masuk ke dalam mobilnya di bagian belakang dan ia juga segera masuk ke bagian kemudi.
Bella panik, kemana Arga akan membawanya?
"Arga kita mau kemana? Arga turunin aku! Aku gamau ikut kamu!" Bella berusaha membuka pintu mobil yang sayangnya sudah dikunci oleh Arga.
"Arga turunin aku, aku gamau ikut kamu Arga!"
"Gausah berisik sialan, Lonte!" bentak Arga memaki kesal.
Mobil Arga berhenti di salah satu gedung hotel. Arga menarik Bella lagi, Bella terus menahan tangannya agar tak terseret oleh Arga, namun tenaga Arga jauh lebih kuat dari dirinya.
Bulir bening yang keluar dari matanya membasahi pipi mulus Bella, Bella menangis. Semakin ia memberontak maka Arga akan semakin kasar padanya.
Arga membawa Bella memasuki lift, "Jangan ngelawan atau lo tau akibatnya! Ini hukuman buat lo karena udah ngerendahin gue di depan Faren dan karena lo udah berani sama gue." kata Arga dengan mencengkeram dagu Bella.
Pintu lift terbuka dan Arga kembali menarik tangan Bella menuju ke sebuah kamar.
"Arga kamu mau ngapain?! Kita ngapain?!" Bella takut saat dirinya dan Arga hanya berdua di dalam kamar hotel ini.
Arga menyeringai, ia sudah mengunci pintu kamarnya. Sedangkan Bella terus mundur ketika Arga maju mendekat padanya.
BRUK
Karna tak memperhatikan langkahnya, Bella jatuh ke ranjang di belakangnya.
"Takut, hah?" Arga meremehkan, "Mana Faren? Mana pahlawan kesiangan lo itu? Mana cowok yang lo bangga-banggain itu, heh?" Arga tertawa sinis.
"Lo udah rendahin harga diri gue! Lo bakal habis sama gue." kata Arga, ia menatap Bella dengan sorot mata marah.
Apa Arga bercanda? Ia marah karena merasa Bella merendahkan harga dirinya tadi, sedangkan Arga sendiri? Bahkan Arga lebih dari merendahkan harga diri Bella, ia juga melecehkan Bella. Mengatainya dan mencemoohnya.
"Lo jadi lontenya Faren emang dibayar berapa sih hah? Dua ratus? Lima ratus? Sejuta? Dua juta?" tanya Arga beruntun dengan geram dan terkesan meremehkan.
Arga naik ke atas kasur, "Lo udah ga perawan kan? Jadi tanggung kalo gue juga ga nyobain. Tenang aja, gue bayar nanti." ucap Arga kurang ajar dengan melepas seragamnya.
"ARGA ENGGAK! JANGAN GILA!" Bella berteriak histeris ketakutan, ia berdiri dan melompat turun dari kasur, lalu berlari ke arah pintu.
Tak membiarkan Bella lepas darinya begitu saja, Arga mencekal tangannya dan menamparnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
FABEL {ON GOING}
Fiksi Remajakisah tentang seorang laki-laki yang memiliki iris mata tajam, wajah tampan, kaya raya, otak pintar dan populer. hidupnya sangat sempurna karena dia adalah sosok tokoh utama dalam cerita ini. DEAN FAREN ALFAHRI, itulah nama yang diberikan padanya s...
