Dua minggu berlalu dengan cepat, keadaan sudah membaik dan tenang. Derren sudah dipulangkan dua minggu lalu dan sudah kembali bekerja seminggu ini. Tak ada masalah yang terjadi lagi, hubungan Faren dan Bella pun berjalan lancar meskipun masih kerap kali terjadi masalah kecil karena Bella yang merajuk. Namun Faren selalu berhasil membujuknya meski harus merasakan pening dan bingung terlebih dulu karena kehabisan cara untuk membuat Bella luluh.
Seperti saat ini, Faren sedang duduk di tepi kolam renang rumahnya dengan mencelupkan kakinya ke dalam air, ia sedang berfikir cara untuk membujuk kekasihnya yang lagi-lagi merajuk padanya. Sejak Daddy nya pulang ke rumah, Faren tak bisa menginap di apartemen bersama Bella karena Derren terus memperingatinya agar tidak berlebihan supaya tidak kebablasan, meskipun sebenarnya hal itu sudah terjadi. Jadilah Faren hanya bisa mengunjungi Bella dan pulang kembali ke rumah.
Kali ini masalahnya kembali tentang geng, selalu saja tentang hal itu, Faren sampai lelah menjelaskannya pada Bella, tapi Bella tetap saja selalu marah jika Faren terlalu memihak pada geng ANOD. Selama dua minggu ini geng ANOD juga menjalani kehidupan dengan tentram, tak membuat masalah dan tak membuat onar. Bahkan weekend kemarin mereka sunmori bersama, bermain ke panti asuhan serta panti jompo untuk berbagi.
Ngambeknya Bella kali ini karena dua hari ini Faren sibuk mengurus gengnya sampai kemarin ia lupa jika Bella ada kelas memasak dan tidak mengantarnya. Bella pergi bersama Nina dan pulang bersama Nina, Faren baru ingat setelah pulang dari markas jam 10 malam. Ia benar-benar melupakan kekasihnya, ia juga tidak mengabari Bella, bahkan ia mengabaikan panggilan telpon dari Bella beberapa kali sebelum akhirnya Bella memblokir nomornya karena batas kesabarannya sudah habis.
Seharian di sekolah Bella tak mau bicara dengannya, Bella sudah berangkat saat Faren menjemputnya padahal Faren tidak terlambat barang semenit pun, saat pulang pun Bella lebih memilih bersama Nina. Faren tak bisa memaksanya takut perempuan itu akan semakin marah padanya. Sampai saat ini Bella masih memblokir nomornya, bahkan saat Faren ke apartemen tadi, Bella mengunci pintu kamar dan tak mau menemuinya. Berakhirlah Faren pulang lagi dengan raut wajah yang lesu karena galau.
"Ditekuk aja mukanya, kenapa?" Sifa baru saja datang dan ikut duduk di sebelah Faren, juga mencelupkan kedua kakinya ke dalam kolam.
Faren menoleh sedikit kepada Bundanya, lalu ia melihat genangan air dalam kolam besar rumahnya. "Bella marah sama Faren, dia diemin Faren, nomor Faren diblokir, gamau ketemu Faren juga. Dia hindarin Faren." cerita Faren lalu menghembuskan nafas panjangnya.
Sifa tersenyum melihat putranya yang sedang mengalami rumitnya hubungan asmara itu, ia menyuapkan sepotong apel yang ia bawa kepada mulut Faren. Faren pun menerimanya dengan baik. "Masalahnya ada di siapa?"
"Jelas aku, Bella ga pernah buat masalah." jawab Faren, "Tapi kalo dia buat masalah pun aku ga bisa marah sama dia, dia aja yang ngambekan. Mana kalo ngambek susah dibujuknya."
"Kamu emangnya buat masalah apa?"
Faren diam sejenak, berfikir akan cerita atau tidak, tapi ia butuh solusi, siapa tau Bundanya bisa. "Kemarin Bella ada kelas masak, Faren selalu bilang ke dia buat ga pergi-pergi tanpa izin atau ngabarin Faren, Faren juga larang Bella pergi sendiri, harus sama Faren. Tapi kemarin Faren terlalu asik di markas buat ngurusin acara amal untuk anak jalanan, Faren lupa seharian ga ngabarin Bella dan akhirnya ga anter dia ikut kelas masak. Dia kemarin pergi sama temennya, dan dia ngambek sama Faren."
"Memangnya sebelum ke markas kamu ga bilang ke Bella kalo mau ke sana untuk ngurusin acara amal?"
"Aku udah bilang, justru itu yang buat dia marah. Dia sama sekali ga suka aku ikut geng-gengan itu, dia kaya Daddy, sensi banget kalo soal geng. Dia bilang waktu aku selalu habis di geng sampe lupain dia, dia merasa ga aku prioritaskan dan selalu aku kesampingkan. Dia merasa dia ga penting dalam hidupku, padahal ga gitu, aku cuma lupa kemarin karena terlalu sibuk ngurusin banyak hal. Tadi di sekolah aku udah coba bujukin dia dan ngobrol, dia marah dan suruh aku keluar dari geng. Aku emang bilang sama dia kalo aku ikut geng ini untuk selesain misi, nanti setelah selesai aku bakal bubarin ANOD dan ga ikut geng-gengan. Dan dia selalu tagih itu ke aku, bilang kapan aku bakal keluar dari geng." sejenak Faren menghela nafas.
KAMU SEDANG MEMBACA
FABEL {ON GOING}
Teen Fictionkisah tentang seorang laki-laki yang memiliki iris mata tajam, wajah tampan, kaya raya, otak pintar dan populer. hidupnya sangat sempurna karena dia adalah sosok tokoh utama dalam cerita ini. DEAN FAREN ALFAHRI, itulah nama yang diberikan padanya s...
