Hallo Guys, spesial Weekend part kali ini bakal panjang banget, apalagi kalo kalian beli hidden partnya, jadi bacanya pelan-pelan aja.
Bahkan ada dua hidden Part yang gokil banget di part ini. Yang bakal bikin kalian terkejoet. Kalau mau tau, silahkan nikmati ceritanya di KaryaKarsa.
Happy Reading
••***••
"Jangan buang-buang waktu buat bicara sama gue, hasilnya tetep sama." potong Faren membuat Bella seketika menatapnya penuh. Benar, tadi pagi Bella sendiri yang mengatakan tak mau berbicara dengan Faren jika hasilnya sama, itu hanya buang-buang waktu. Dan sekarang Faren mengingatkannya.
"Aku udah jelasin masalah aku sama Arga tadi, kamu masih marah karena hal itu?" tanya Bella.
"Gue juga udah jelasin berkali-kali masalah geng sama lo, dan lo masih marah karena hal itu." balas Faren.
"Aku beneran ga ngapa-ngapain sama Arga, Kak."
"Dan gue beneran lupa buat ngabarin lo waktu itu."
Bella memiringkan kepalanya sedikit, Faren terus membalikkan omongannya. "Ini bukan tentang lupa atau kamu terlalu sibuk, pertanyaannya aku prioritas kamu atau bukan, pada dasarnya kalau aku prioritas kamu, kamu ga mungkin lupa sama aku. Apa susahnya kirimin aku chat kalo kamu lagi sibuk, seenggaknya kasih kabar aja biar aku ga bingung nyariin kamu. Kirim chat buat ngabarin keberadaan kamu emang ambil banyak waktu banget ya buat kamu?"
"Gue jelasin pun lo tetep bakal ambil sudut pandang lo sendiri. Sia-sia gue yakinin lo." Faren menarik tangannya dari genggaman Bella.
"Aku sepenting apa di hidup kamu?" tanya Bella membuat Faren terkekeh kecil.
"Engga penting, makanya gue lupain." jawab Faren membuat Bella meremas tangannya, "Itu kan yang mau lo denger? Kalo gue jawab lo penting pun lo ga bakal percaya."
"Aku cuma mau diprioritasin, aku cuma engga mau dilupain, aku engga suka diabaikan. Aku ngelunjak ya?"
"Coba sekarang gue tanya, gue ini apa di hidup lo? Apa masih belum bisa ganti posisi Arga di hati lo?"
"Kenapa Arga lagi? Aku udah jelasin tadi aku sama dia-"
"Terlepas dari itu semua. Gue tanya gue sepenting apa di hidup lo? Apa masih lebih penting Arga?"
"Aku sama Arga udah selesai, udah clear, bahkan hubungan dia sama Kak Yuanita juga baik. Udah ga ada lagi Arga di hidup aku, cuma kamu."
"Cuma gue di hidup lo, tapi lo cuekin gue, ga peduli sama gue. Bahkan acuhin gue kaya gini."
"Karena aku marah sama kamu."
"Kenapa setiap kali marah lo selalu bersikap kaya gitu Bel? Setiap kali marah lo pasti langsung pergi gitu aja dan gamau dengerin gue, padahal kita bisa omongin baik-baik dan selesain baik-baik. Ga perlu ribet, lo bikin gue uring-uringan tau nggak."
Bella menunduk, namanya juga kesal, bagaimana lagi ya kan? "Maaf.... Maaf karena udah keterlaluan dan bersikap kaya gitu."
Faren memalingkan wajahnya dan menatap ke depan, beruntung tadi ia sudah meluapkan emosinya pada Arya, jadi ia bisa lebih mengontrol dirinya. Jika tidak mungkin ia akan berdebat hebat dengan Bella.
Melihat Faren yang tak menggubrisnya, Bella mendekat dan memeluk Faren dari samping, "Kamu jangan marah, aku takut kalo kamu marah." kata Bella pelan.
"Lo boleh marah, sedangkan gue engga? Egois banget." ujar Faren.
KAMU SEDANG MEMBACA
FABEL {ON GOING}
Teen Fictionkisah tentang seorang laki-laki yang memiliki iris mata tajam, wajah tampan, kaya raya, otak pintar dan populer. hidupnya sangat sempurna karena dia adalah sosok tokoh utama dalam cerita ini. DEAN FAREN ALFAHRI, itulah nama yang diberikan padanya s...
