40. She's Perfect

738 27 3
                                        

    "Kamu kenapa dua hari ini ga masuk sekolah Bel?" tanya Nina.

   Bella baru saja mendaratkan pantatnya di bangku dan Nina sudah bertanya seperti itu padanya. Dua hari sebelumnya Bella memang tidak masuk sekolah, itu dikarenakan perbuatan Faren dua hari lalu yang membuat tubuhnya remuk. Berakhir Bella tak bisa berjalan yang membuatnya tak masuk sekolah. "Demam, hehe." cengir Bella.

   "Ouh, sebenernya kemarin aku mau jenguk kamu, tapi ga jadi karena ada acara, aku sibuk banget, maaf ya?"

   "Gapapa Na, lagian aku cuma demam."

   Nina ikut tersenyum menatap Bella, "Kamu hari ini berangkat sama siapa? Kak Faren lagi?"

   "Mau sama siapa lagi emangnya Na."

   Entah perasaan Nina saja atau memang begitu nyatanya, tapi Nina merasa Bella semakin lama semakin cantik, wajahnya semakin cerah dan tubuhnya lebih berisi. Nina iri melihatnya, kenapa ia tak memiliki wajah secantik Bella? Kenapa juga tubuhnya tak seindah tubuh Bella?

  "Bel kamu gendutan ga sih? Wajah kamu juga aku liat rada kusem ya? Kamu ada ganti produk skincare apa gimana?" tanya Nina.

   Bella spontan menyentuh wajahnya dan melihat tubuhnya, "Emang iya? Akhir-akhir ini aku emang lagi rawat diri sih, yang dulunya ga pake skincare sekarang mulai pake skincare. Tapi kalo soal badan aku ga terlalu perhatiin, aku juga asal makan kaya biasanya. Emang iya?"

  "Kayanya kamu harus mulai jaga pola makan deh Bel, liat lengan kamu besar gitu, muka kamu juga keliatan lebih bulet. Mungkin kamu juga ga cocok pake skincare itu makanya muka kamu keliatan lebih kusem. Ganti merek aja." saran Nina.

   Bella memegang lengannya dengan menatap Nina lama, apa iya dirinya bertambah gendut? Tapi ia juga menyadari jika semenjak tinggal di apartemen dengan Faren, ia makan jadi lebih teratur dan banyak nyemil. Tidak seperti saat tinggal di rumah Bibinya yang selalu kekurangan makanan. Lalu apa iya wajahnya juga semakin kusam? padahal ia merasa jika wajahnya lebih cerah dari sebelumnya, bahkan ia berencana untuk tetap memakai skincare dengan merk itu karena ia merasa cocok. Bella jadi galau sekarang.

   Jujur saja, ia mulai merawat diri karena tak mau Faren berpaling darinya, selain itu ia juga mau dilihat sebagai pasangan yang layak untuk Faren.

  "Udah jangan sedih, mulai diet aja sekarang, terus ganti produk skincare kamu." saran Nina yang diangguki Bella dengan pelan.

   Namun karena perkataan Nina pagi itu, Bella jadi tidak fokus belajar seharian karena memikirkan tampilan dirinya yang jelek. Sampai pada jam istirahat sekalipun Bella sampai tak mau keluar kelas untuk pergi ke kantin, ia jadi merasa insecure.

   Sedangkan Faren yang duduk di kantin bersama teman-temannya sejak bel istirahat belum berbunyi pun jadi bingung, bel istirahat sudah berbunyi sejak lima belas menit lalu, namun ia tak melihat Bella datang ke kantin sejak tadi. Pesannya juga tidak dibaca oleh Bella. Kemana perempuan itu? Apa ia tidak akan makan siang?

   Mata Faren terus melihat ke arah pintu kantin untuk menangkap keberadaan Bella, hingga fokusnya teralihkan saat sebuah suara menyapa telinganya.

   "Aku boleh gabung ga? Meja kantin penuh."

   Faren menoleh, Nina yang datang, sendirian. Kening Faren mengernyit melihat itu, kenapa sendiri? Biasanya Nina akan bersama Bella, kemana Bella sekarang?

   "Gabung sini aja Nin, ga usah sungkan gitu, kita udah jadi temen." sahut Arya membuat Nina tersenyum dan duduk di bangku sebelah Faren.

   "Cewe gue mana? Biasanya sama lo." tanya Faren.

FABEL {ON GOING}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang