47. Agreement

462 17 0
                                        

    "Kalau udah selesai, telpon aku, jangan pulang sendiri, inget." pesan Faren begitu sampai di depan rumah sakit tempat Nina dirawat. "Kabarin aku terus, aku gamau kamu sampe kenapa-napa." lanjutnya.

   Bella tertawa kecil dan mengecup bibir Faren gregetan, "Iya Sayang, kamu bawel banget sih." ujar Bella.

   "Kamu bandel, kalo aku ga bawel kamu ga mau denger." omelnya.

   Bella menyatukan kedua tangannya dan menunduk seperti meminta ampun, "Siap Yang mulia, Adinda akan mendengarkan apapun perintah Yang mulia." ujar Bella membuat Faren mencubit sebelah pipi Bella sedikit keras.

   "Aku ga bercanda."

   Bella meringis dengan melepas tangan Faren dari pipinya agar tak mencubitnya lagi, kemudian tertawa kecil, "Iya Kak." ujarnya. "Udah ah, kamu berangkat gih, nanti telat loh, katanya ada meeting."

   Faren mengecup kening Bella sebagai tanda perpisahan, "Masuk sana, aku liatin, abis itu aku pergi." katanya.

  Rengkuhan Faren di pinggangnya terlepas, Bella memamerkan senyumnya kemudian berjalan menjauh dengan melambai pada Faren, "Hati-hati nyetirnya." kata Bella dengan sedikit berteriak yang diangguki Faren.

   Begitu memastikan Bella sudah masuk ke dalam rumah sakit hingga tak terlihat lagi dari jangkauan pandangannya, Faren pun kembali masuk ke dalam mobilnya dan pergi menuju ke kantor untuk bekerja.

  Sedangkan Bella menyusuri rumah sakit untuk menemukan ruang rawat Nina. Terhitung sudah sepuluh hari Nina dirawat di rumah sakit ini dan keadaannya sudah lebih membaik dari pada sepuluh hari lalu. Bahkan matanya sudah bisa melihat sejak mendapat donor mata dan dioperasi tiga hari lalu.

   Lima hari pertama Bella setiap hari datang ke rumah sakit menjenguk Nina, meminta maaf, dan berniat berbicara dengannya untuk mencari jalan damai bagi keduanya. Namun ia terus diusir oleh kedua orangtua Nina, tidak diperbolehkan bertemu Nina karena Nina juga tidak mau bertemu dengannya. Bahkan terakhir kali dia ke sini, tepatnya lima hari lalu, Robit-Ayah Nina mengancam jika ia sudah menemukan bukti cctv yang merekam dia mendorong Nina hingga jatuh dari tangga sekolah sampai membuat Nina seperti ini, Robit mengancam akan membawa Bella ke jalur hukum meski Bella sudah meminta maaf, dia juga mengatakan akan menyeret Faren dan merusak nama baik Faren jika Faren sampai ikut campur masalah ini apa lagi sampai membela Bella.

  Faren tau jika lima hari berturut-turut kedatangan dan niat baik Bella ditolak mentah-mentah oleh keluarga Nina, hal itu membuat Faren marah dan melarang Bella menjenguk Nina lagi, Faren mengatakan akan mengurus masalah keluarga Nina dan Bella tidak perlu merendahkan dirinya lagi,  yang penting Bella sudah berusaha meminta maaf, mengakui kesalahan, dan memperbaiki hubungan. Namun Faren tidak tau perihal ancaman Robit yang dilayangkan pada Bella, Bella pun tidak mengatakan itu pada Faren.

   Beban Faren sudah sangat banyak, lelaki itu juga sangat sibuk, setiap hari setelah pulang sekolah langsung berangkat ke kantor untuk bekerja, banyak yang harus Faren urus, tidak hanya dirinya, Bella tidak bisa egois meminta semua waktu Faren untuknya, untuk terus melindunginya, lagi pun Bella sadar jika ini memang salahnya, maka ia yang harus bertanggung jawab. Bella akan menerima resiko apapun, asal Faren tidak terlibat dalam situasi sulit ini, ia tak mau merepotkan Faren lebih banyak lagi, kasihan lelaki itu. Biarkan ini menjadi masalahnya sendiri.

   Tidak ada yang tau masalah ini kecuali Faren, Bella, keluarga Nina dan juga teman-teman Faren, bahkan Refa pun tidak tau. Satu sekolah juga tidak tau, tidak ada yang tau alasan Nina cuti sekolah hingga satu minggu lebih ini, Faren menutup semua informasi yang akan mengusik Bella nantinya. Bella dan Faren masuk sekolah seperti biasa meskipun setiap hari Bella selalu memikirkan bagaimana akan menghadapi masalah ini.

FABEL {ON GOING}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang