Begitu sampai di apartemen, Faren langsung masuk tanpa mengetuk pintu, lagi. Mengingat jika kaki gadis itu masih sakit, Faren tak mau Bella repot membukakan pintu untuknya.
"Kamu sekarang kebiasaan masuk tanpa ketuk pintu ya Kak?" ujar Bella saat mendapati Faren begitu saja.
Faren menghampiri Bella yang terlihat sedang menyiapkan makanan di meja makan itu, "Mang napa? Apart juga Apart gue." balas Faren yang mampu membuat Bella diam akhirnya.
"Masak apa?" tanya Faren dengan mengambil satu tempe goreng yang ada di atas meja itu.
"Kari ayam, Kakak mau makan nasi atau roti?"
"Nasi aja." balas Faren dengan mengambil tempat duduk.
Bella pun mengambilkan piring dan nasi untuk Faren, ia juga mengambilkan lauk agar Faren bisa langsung makan.
"Emang kaki lo udah ga sakit? Ko bisa masak?" Faren mulai menyuapkan sesendok nasi dengan lauk ke dalam mulutnya.
"Engga apa-apa kok Kak, aku udah biasa luka." balas Bella dengan beralih menuju kulkas untuk mengambil jus jeruk kemasan yang dingin.
Faren tercenung dengan menatap Bella dari jauh. Bella, gadis penuh luka.
"Kemarin Kakak yang bawa aku ke kamar ya? Maaf ya Kak, jadi ngerepotin. Makasih juga karena udah gantiin perban aku." ujar Bella sembari menuangkan jus jeruk pada gelas Faren dan gelasnya.
"Hm," Faren sedang menikmati enaknya masakan Bella. Bella ini sangat pandai memasak, semua masakannya selalu pas di lidah Faren.
Setelah mengembalikan kemasan jus jeruk ke dalam kulkas, Bella ikut duduk di depan Faren dan ikut makan.
"Mau aku bawain bekal ngga Kak?" tawar Bella saat melihat Faren mengambil ayam lagi, sepertinya Faren sangat menyukai Kari ayam buatan Bella.
Faren mengangguk, "Boleh."
••***••
"Kamu ga perlu anterin aku sampe kelas begini Kak, aku udah bilang Kaki aku ga kenapa-napa, aku udah bisa jalan." jelas Bella.
Begitu sampai di sekolah, Bella tak dibiarkan sendiri, Faren kekeuh untuk mengantar Bella sampai kelas, bahkan Faren memaksa untuk menuntun Bella berjalan padahal Bella sudah bisa berjalan sendiri.
"Jangan cerewet." balas Faren membuat Bella mencebik kecil.
Sedangkan Faren menahan senyumnya melihat ekspresi lucu gadis itu. "Nanti istirahat pertama samperin gue ke rooftop, bawa bekalnya sama buku lo, sekalian belajar. Ngelanjutin materi yang lo tinggal tidur kemarin." ujar Faren dengan sedikit menyindir Bella membuat Bella meringis pada Faren.
"Maaf ya Kak, Aku ngantuk bang-"
"KAK FAREN!"
Cleo tiba-tiba datang dari arah belakang dan langsung menggandeng tangan Faren yang sedang memegangi Bella membuat Bella terdorong ke depan dan terjatuh.
"Ups, maaf aku ga sengaja," kata Cleo dengan raut menyesalnya.
Faren langsung menyentak tangan Cleo kasar, "LO GA BISA YA KALO GA GANGGU KETENANGAN HIDUP GUE SEHARI AJA HAH!?" bentak Faren lalu segera menolong Bella berdiri.
Bella meringis saat dirasa kakinya yang terluka itu sepertinya kesleo, melihat Bella yang kesakitan membuat Faren semakin menatap tajam Cleo.
KAMU SEDANG MEMBACA
FABEL {ON GOING}
Novela Juvenilkisah tentang seorang laki-laki yang memiliki iris mata tajam, wajah tampan, kaya raya, otak pintar dan populer. hidupnya sangat sempurna karena dia adalah sosok tokoh utama dalam cerita ini. DEAN FAREN ALFAHRI, itulah nama yang diberikan padanya s...
